Saat berolahraga dan terkena panas terik matahari, biasanya badan lebih mudah berkeringat. Keringat adalah cara tubuh menjaga temperatur agar tetap sejuk. Keringat setiap orang tidak sama banyaknya, namun terdapat kondisi seseorang mudah berkeringat walaupun tanpa olahraga. Kenapa ya?
Dilansir dari alodokter, hiperhidrosis merupakan kondisi di mana seseorang berkeringat secara berlebihan yang terkadang tidak diakibatkan oleh suhu panas ataupun olahraga.
Berkeringat merupakan hal yang wajar, namun bagi penderita hiperhidrosis, mengeluarkan keringat lebih banyak. Keringat tersebut dapat memenuhi seluruh tubuh hingga baju basah atau hanya di bagian tertentu saja.
Kalau kamu ingin mengetahui mengalami hiperhidrosis atau tidak, dokter akan mendiagnosis berdasarkan:
Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien serta mempelajari riwayat kesehatannya
Tes darah dan urine. Dokter akan mengambil sampel darah atau urine pasien untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium
Tes keringat. Beberapa jenis tes akan dilakukan di area yang berkeringat
Perlu diingat, terkadang keringat berlebih dapat menjadi tanda adanya kondisi medis yang serius. Konsultasikan pada dokter jika keringat berlebih diikuti dengan rasa pening, nyeri dada, atau mual.
Pengobatan hiperhidrosis yang #KAMUHARUSTAU(Source: pexels.com/Pixabay)
Penanganan hiperhidrosis diberikan berdasarkan penyebabnya. Jika disebabkan masalah medis, maka penanganan kondisi medis akan didahulukan sebelum mengatasi keringat yang berlebih. Untuk pasien hiperhidrosis fokus penanganannya adalah mengendalikan keringat yang keluar secara berlebihan.
Langkah penanganan yang bisa dilakukan dokter untuk mengobati pasien hiperhidrosis adalah dengan memberikan obat-obatan, suntik botok, atau melalui operasi.
Selain penanganan secara medis, kamu juga bisa melakukan beberapa hal untuk mengendalikan keluarnya keringat dan mencegah bau badan.
Mandi setiap hari, setelah mandi keringkan bagian tubuh tertentu seperti jari tangan dan ketiak
Pilih sepatu dan kaos kaki berbahan katun
Selalu membawa handuk tangan untuk menyeka keringat
Cuci tangan menggunakan air dingin sesering mungkin
Keringkan badan yang berkeringat setelah itu gunakan bedak bayi
Hindari mengonsumsi terlalu banyak soda, teh, kopi, atau zat lain yang mengandung kafein
Lakukan teknik relaksasi seperti yoga untuk mengendalikan stres yang dapat memicu keluarnya keringat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi