Kista adalah kondisi yang disebabkan oleh benjolan berbentuk kapsul atau kantung dan terisi dengan cairan, semisolid, atau material gas, yang dapat muncul pada jaringan tubuh mana saja.
Ukuran benjolan kista bervariasi, mulai dari sangat kecil (mikroskopik) hingga sangat besar.
Benjolan kista yang berukuran besar bisa menghimpit organ dalam yang berada di dekatnya.
Tergantung pada lokasi, benjolan kista memiliki beberapa jenis umum, seperti:
Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung berisi cairan di dalam atau pada permukaan indung telur.
Kista otak, bukan merupakan “tumor otak” karena tidak berasal dari jaringan otak.
Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Kista Ovarium Pada Rahim Wanita
Pada dasarnya, kista ovarium tidaklah berbahaya.
Yang membuatnya berkembang menjadi ganas adalah ketika kista ovarium tersebut pecah, ukurannya sangat besar, atau menghalangi suplai darah ke ovarium.
Biasanya, kita tidak akan menyadari kehadiran kista ovarium di tubuh.
Namun, kamu akan merasakan gejalanya jika memiliki kista yang telah membesar, pecah, atau menutupi aliran darah ke ovarium.
Berikut ini gejala-gejala yang bisa timbul akibat adanya kista:
- Sering buang air kecil.
- Nyeri saat buang air besar.
- Merasa kelelahan dan pusing.
- Perut kembung.
- Perubahan siklus menstruasi.
- Mual, muntah, atau nyeri payudara.
- Gangguan pencernaan atau mudah kenyang padahal kamu hanya makan sedikit.
- Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
- Nyeri panggul sebelum menstruasi tiba atau selama masa menstruasi
- Nyeri panggul yang menyebar sampai ke punggung bawah dan paha.
Ada berbagai jenis kista ovarium, seperti kista dermoid dan kista endometrioma.
Namun, kedua jenis kista fungsional yaitu kista folikel dan korpus luteum adalah yang paling umum.
Dikutip dari Women's Health, Taraneh Shirazian, M.D., ginekolog di NYU Langone Health, mengatakan sebagian besar kista ovarium adalah kista folikel jinak yang datang dan pergi bersama dengan siklus menstruasi dan tidak memerlukan penanganan lebih lanjut.
Tetapi sekitar 20 persen wanita mengalami kista yang tidak sembuh sendiri, dan memerlukan operasi.
Penyebab kista ovarium yang perlu kamu hindari adalah makanan cepat saji. Terutama bagi kamu yang sudah mengidap kista ovarium.
Sebaiknya kamu perlu menghindari mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan.
Hal ini dikarenakan, mengonsumsi makanan ini bisa meningkatkan risiko komplikasi penyakit seperti kanker ovarium.
Ini disebabkan oleh adanya kandungan pengawet dan kolesterol yang bisa memperburuk kondisinya.
Sebenarnya, kista ovarium tidak bisa dicegah. Kamu hanya bisa mengobatinya dengan tepat dan cepat apabila terdeteksi lebih awal.
Untuk itu, penting untuk mengamati perubahan yang terjadi pada setiap siklus menstruasi.
Segeralah untuk melakukan pemeriksaan apabila dijumpai perubahan.
Misalnya saja timbul rasa nyeri yang hebat atau rasa tidak nyaman di perut yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.
Diagnosa kista ditegakkan setelah dokter melakukan pemeriksaan ultrasound lewat vagina.
Tapi, bisa juga dokter menduga keberadaan kista hanya dari gejalanya saja.
Dokter mungkin akan memantau selama beberapa minggu atau bulan sebelum memutuskan untuk melakukan pembedahan.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: