Pernah mendengar kanker pita suara? Jenis kanker ini mungkin terbilang belum begitu familiar bagi sebagian orang.
Kanker pita suara atau kanker laring terjadi karena adanya pertumbuhan jaringan yang tidak normal dalam laring.
Posisi laring sendiri ada di depan leher, tepatnya di atas batang tenggorokan atau trakea.
Laring disebut juga kotak suara. Fungsinya untuk membuat suara, membantu pernapasan dan proses menelan.
Dilansir mountelizabeth.com.sg, pertumbuhan tak normal pada laring tersebut acapkali berkembang menjadi tumor.
Gejala Kanker Pita Suara
Dari berbagai sumber, kanker pita suara dapat dialami siapa saja, baik itu pria maupun wanita.
Hanya, pria cenderung berisiko 4 kali lebih besar mengalami kanker pita suara ketimbang wanita.
Umumnya, kanker ini menyerang orang lanjut usia di atas 60 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa dialami orang muda.
Untuk lebih tau, coba kenali gejala umum kanker pita suara berikut ini:
- Batuk tak kunjung sembuh, hingga disertai dahak yang berdarah
- Ada benjolan atau pembengkakan di leher
- Suara berubah atau serak, sering hilang timbul
- Napas bersuara dan mengeluarkan aroma tak sedap
- Terengah-engah saat berbicara
- Kesulitan menelan
- Rasa sakit pada telinga dan tenggorokan
Penyebab Kanker Pita Suara
Salah satu penyebab kanker pita suara adalah pertumbuhan sel abnormal di bagian laring.
Akan tetapi, sejumlah faktor lain dapat menjadi pemicu seseorang mengalami kanker pita suara, antara lain:
- Merokok dan minum banyak alkohol
- Imunitas (sistem kekebalan tubuh) rendah
- Tubuh kekurangan nutrisi akibat diet ketat
- Terpapar senyawa kimia tertentu dalam waktu lama seperti asam sulfur dan debu asbes
- Efek dari penyakit muntah lambung (GERD)
- Terinfeksi human papillomavirus (HPV)
- Memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker di bagian kepala atau leher
Pengobatan Kanker Pita Suara
Apabila kamu merasakan gejala-gejala yang sudah disampaikan sebelumnya, maka segeralah periksakan diri ke dokter.
Secara medis, terdapat tiga tindakan yang umum dilakukan untuk pengobatan kanker pita suara ini:
1. Radioterapi
Kanker laring yang masih ringan dapat ditangani dengan prosedur radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker.
Namun, radioterapi punya efek samping, seperti mulut kering, perubahan warna kulit, dan radang di lapisan lendir tenggorokan.
2. Kemoterapi
Untuk membunuh sel kanker, prosedur kemoterapi tidak menggunakan sinar radiasi, melainkan obat-obatan khusus.
Jadi, pasien kemoterapi harus memgonsumsi obat yang dianjurkan dokter secara rutin dan tidak boleh berhenti.
Biasanya, dokter menyarankan kemoterapi ketika sel kanker sudah menyebar ke area tubuh lain.
Setiap kali kemoterapi, efek samping yang umum dialami pasien meliputi mual dan muntah.
3. Operasi
Selain radioterapi dan kemoterapi, kanker pita suara dapat ditangani dengan jalan operasi.
Biasanya, prosedur operasi ini dilakukan oleh penderita tumor, polip, dan nodul pita suara.
Ada 3 (tiga) tipe operasi pita suara untuk mengatasi kanker laring, antara lain:
- Reseksi endoskopi
Prosedur operasi ini menggunakan alat berupa selang. Di dalamnya, ada kamera dan alat potong khusus.
Sehingga, proses operasi ini tidak membutuhkan sayatan dari luar.
- Laringektomi parsial
Jika reseksi endoskopi tanpa sayatan, maka berbeda dengan operasi laringektomi parsial.
Proses operasi ini harus dilakukan dengan membuat sayatan pada bagian leher guna memotong tumor di dalam laring.
Pasca operasi, biasanya pasien akan berbicara dan bernapas dengan bantuan alat atau lubang yang dipasang di leher.
- Laringektomi total
Nah, jika kondisi kanker pita suara sudah parah, pengobatan medis yang dilakukan adalah laringektomi total.
Mau tak mau, laring harus dipotong secara keseluruhan. Efeknya, kemampuan bicara pasien jadi tidak normal.
Catatan:
Metode pengobatan kanker pita suara di atas akan disesuaikan dokter berdasarkan kondisi pasien dan tingkat keparahan sel kanker.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: