Jumat, 21 FEBRUARI 2020 • 15:27 WIB

Ini 5 Jenis Gangguan Tidur yang Tak Boleh Kamu Anggap Sepele

Author

Ilustrasi orang yang mengalami gangguan tidur (unsplash/Alexandra Gorn)

Tidur adalah salah satu cara untuk menghilangkan segala penat, usai seharian melakukan segudang aktivitas dan pekerjaan. Selain itu, tidur juga dapat meningkatkan suasana hati.

Seseorang yang kekurangan tidur akan lebih cepat marah, tidak sabaran, sulit berkonsentrasi, badmood, stres hingga depresi.

Sayangnya, tidak semua orang bisa tidur dengan mudah. Sebagian orang justru sulit untuk tidur alias mengalami gangguan tidur

. Gangguan tidur sendiri adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan untuk tidur nyenyak secara teratur.

Karena terlihat sepele, banyak orang yang mengabaikan masalah gangguan tidur ini. Masalah kesehatan ini berkaitan dengan sakit kepala ringan dan stres yang dialami sehari-hari.

Bahkan, pasien yang mengalami gangguan neurologis umum, 60 hingga 70% berkaitan dengan masalah gangguan tidur.

Tekanan darah tubuh mengatur dirinya sendiri melalui tidur yang cukup. Ini juga penting dalam meningkatkan kesehatan jantung, perbaikan otot, konsolidasi kognitif dan membatasi timbulnya gangguan tidur," jelas Dr Rima Chaudhari, Konsultan Neurologis, Rumah Sakit Fortis, Mulund, dilansir Indiana Express.

Karena gaya hidup kita saat ini, kita mungkin menghadapi masalah tidur di malam hari dan kita cenderung mengabaikan tanda-tanda sampai masalahnya meningkat," sambungnya.

Dr Rima Chaudhari mengatakan, gangguan tidur terdiri dari beberapa jenis yang kesemuanya tak boleh diabaikan begitu saja. Berikut ini ulasannya.

1. Insomnia

ilustrasi wanita mengalami insomnia (unsplash/Ben Blennerhassett)

Insomnia adalah salah satu jenis gangguan tidur yang paling sering dialami oleh orang-orang. Biasanya orang yang mengalami insomnia sering tidur di siang hari, sehingga malamnya sulit untuk tidur.

2. Kelumpuhan tidur

ilustrasi wanita yang mengalami kelumpuhan saat tidur (pixabay/StockSnap)

Kelumpuhan tidur adalah keadaaan saat seseorang tidak bisa bergerak atau berbicara saat bangun dan tertidur. Gangguan tidur yang satu ini bisa saja disebabkan oleh halusinasi diri sendiri.

Penderitanya bisa saja mengalami tekanan dan ketakutan instan, karena memiliki perasaan sadar tetapi tidak dapat bergerak.

3. Sleep apnea

ilustrasi orang mengalami sleep apnea (HelpGuide)

Gangguan tidur yang berikutnya dan tak boleh diabaikan ialah sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terbilang cukup serius.

Pasalnya, gangguan ini terjadi karena pernapasan sering berhenti dan kemudian bergerak kembali. Kejadian tersebut menyebabkan tingkat oksigen dalam darah jadi menurun.

Kondisi ini tentu saja dapat menghambat pasokan oksigen ke otak dan seluruh tubuh. Gejala umum dari sleep apnea ialah mendengkur, mengeluarkan bunyi saat bernapas dan bangun dengan mulut kering.

4. Menggerakkan kaki saat tidur

ilustrasi menggerakkan kaki saat tidur (unsplash/DANNY G)

Menggerakkan kaki saat tidur atau Restless Legs Syndrome adalah gangguan neurologis saat seseorang menggerakkan kakinya waktu tidur secara konstan.

Orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan merasa tak nyaman dan kedutan (sakit atau terbakar) di kaki setelah tidur.

5. Gangguan ritme sirkadia

ilustrasi ornag mengalami ritme sirkadia (pixabay/stokpic)

Gangguan tidur terakhir ini terjadi karena jam tidur biologis yang tak sinkron dengan kegiatan. Misalnya, seseorang terbiasa tidur pukul 10 malam, namun karena adanya pekerjaan maka jam tidur menjadi lebih larut lagi. 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU