Selasa, 21 APRIL 2020 • 19:57 WIB

3 Hal yang Jadi Pertimbangan Orangtua Sebelum Ajari Anak Berpuasa

Author

Ilustrasi keluarga tengah berbuka puasa (freepik)

Beberapa hari lagi umat Muslim akan menyambut bulan suci Ramadan. Tak sedikit orangtua yang ingin anaknya mulai belajar berpuasa di bulan penuh berkah tersebut. Namun mungkin beberapa orangtua ada yang khawatir dengan kondisi kesehatan anak apabila ikut berpuasa.

Menurut dokter spesialis anak, dr Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Sc, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan orangtua ketika hendak mengajari anaknya berpuasa. Pertama adalah usia anak.

"Walaupun tidak ada aturan yang baku, tetapi biasanya kami menyarankan anak sudah mulai bisa diajarkan berpuasa di umur 6 tahun," ujar dr Caessar dalam suatu konferensi pers online, Selasa (21/4/2020).

Makanan yang biasa disuguhkan untuk berbuka puasa. (freepik)

Apabila usia anak sudah pas untuk diajari berpuasa, orangtua bisa mulai untuk melatih kesiapan. Tentu anak tidak bisa diajak langsung berpuasa di hari pertama bulan Ramadan. Anak perlu belajar secara bertahap agar tubuhnya tidak kaget.

"Beberapa hari sebelum puasa mungkin sudah dilatih. Jelaskan dengan bahasa yang bisa dimengerti anak dan ajari anak berpuasa dengan durasi sebentar atau pendek dulu. Kemudian pelan-pelan diperpanjang sesuai kemampuan anak," kata dr Caessar.

Selanjutnya hal ketiga yang harus dipertimbangkan orangtua adalah tanda-tanda dehidrasi pada anak. Ketika berpuasa, dehidrasi mungkin saja terjadi. Terlebih jika anak cukup aktif bergerak sehingga mengeluarkan banyak keringat.

Ilustrasi anak tengah berpuasa. (freepik)

"Orangtua tetap harus memantau tanda-tanda dehidrasi. Apabila anak sudah tampak lemas, matanya kelihatan cekung, bibir mulai kering, dan frekuensi buang air kecil sudah mulai berkuran, jangan-jangan sudah mengalami dehidrasi," ujar dr Caessar.

Ketika anak mengalami dehidrasi, salah satu tindakan yang bisa dilakukan orangtua adalah jangan memaksakan anak berpuasa. Segera berikan minum agar kebutuhan cairan anak bisa tercukupi kembali.

"Saat anak-anak mulai berpuasa, kebutuhan nutrisi tetap harus dipenuhi tapi pengaturan waktu pemberiannya berbeda. Begitu juga dengan kebutuhan cairan anak, itu perlu diatur rata," pungkas dr Caessar.

Artikel Menarik Lainnya:

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU