Selasa, 01 SEPTEMBER 2020 • 17:05 WIB

Studi Ini Ungkap Jenis Masker Terbaik dan Terburuk untuk Cegah Virus Corona

Author

Karyawan memakai masker saat beraktivitas di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)

Salah satu cara menjaga diri dari penularan virus corona adalah dengan mengenakan masker menutupi mulut dan hidung. Namun tidak semua masker memiliki fungsi yang sama efektif.

Dilansir dari Thehealthy, Selasa (1/9/2020), menurut sebuah studi dari Duke University, para peneliti mengurutkan jenis masker terbaik hingga terburuk untuk mencegah penularan virus corona.

Dalam studi tersebut, peneliti meminta partisipan yang memakai berbagai jenis masker untuk mengatakan "jaga kesehatan" lima kali dalam sebuah kotak. Mereka juga diminta mengucapkan kata yang sama tanpa menggunakan masker.

Kemudian para peneliti menggunakan laser dan kamera ponsel untuk melacak partikel yang keluar dari mulut partisipan. Pengujian dilakukan selama 10 kali pada setiap masker. Dari sini, algoritma akan menentukan dengan tepat berapa banyak percikan cairan dari hidung dan mulut yang keluar melalui masker tersebut.

Peneliti pun memperingatkan bahwa penggunaan masker sangat efektif mencegah penularan virus corona dibanding tanpa masker.

Dari penelitian tersebut, diungkapkan bahwa jenis masker terbaik adalah N95. Masker ini disebut paling efektif menjaga partikel keluar ke sekitar kita. Masker N95 bisa menyaring setidaknya 95% partikel di udara.

Jenis terbaik kedua adalah masker katun lapis ganda. Masker ini dapat mengurangi jumlah percikan saat seseorang berbicara. Ini sama efektifnya dengan masker bedah standar.

Sedangkan masker terburuk untuk mencegah penularan virus corona adalah bandana, masker rajut, dan kain penutup leher yang diubah menjadi masker. Namun ada pula peneliti yang menyanggah temuan ini. Menurut mereka, jika kain penutup leher digunakan menjadi masker dalam dua lapis, dapat menghalangi berbagai ukuran partikel keluar.

 


Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU