Rabu, 25 AGUSTUS 2021 • 14:06 WIB

ASI dari Ibu yang Sudah Vaksin Covid-19 Mengandung Antibodi untuk Melawan Virus

Author

Ilustrasi ibu menyusui. (freepik)

Para ilmuwan mengatakan bahwa ASI ibu yang sudah vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua mengandung antibodi yang resistan terhadap virus.

Dilansir dari Mirror, berdasarkan studi baru, ibu yang telah menerima kedua dosis vaksin virus corona memberi protein pelindung 100 kali lebih banyak kepada anak-anak mereka daripada mereka yang belum divaksin.

Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah, sehingga sulit untuk menangkis infeksi dan penyakit.

Mereka juga masih sangat muda untuk merespon vaksin, kata para ahli.

Baca juga: Menteri PPPA Sebut Ibu Hamil & Menyusui Tak Perlu Ragu Lakukan Vaksinasi

Selama periode rentan ini, bayi sangat bergantung pada ASI ibu mereka yang mengandung pertahanan yang diperlukan terhadap serangan penyakit.

Para  peneliti di University of Florida, AS, telah menemukan antibodi dari vaksin Covid juga ditularkan dari ibu ke anak dalam ASI. Sehingga sangat membantu si kecil terhindar dari infeksi virus dan penyakit lainnya.

"Pikirkan ASI sebagai kotak peralatan yang penuh dengan semua alat berbeda yang membantu mempersiapkan bayi untuk hidup," kata Profesor Josef Neu, salah satu penulis studi tersebut.

Penelitian ini dilakukan antara Desember 2020 dan Maret tahun ini, ketika vaksin Pfizer dan Moderna pertama kali tersedia bagi petugas kesehatan.

Para peneliti merekrut 21 petugas kesehatan menyusui yang belum pernah tertular COVID-19 sebelumnya.

ASI dan darah diambil sampelnya tiga kali, termasuk sebelum vaksin.

Tingkat antibodi di antara ibu yang divaksinasi juga lebih tinggi daripada yang tercatat di antara orang-orang yang sebelumnya telah terinfeksi virus.

Para ibu membawa manfaat perlindungan dari vaksinasi kapada anak-anak mereka dan ini bukanlah hal baru.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU