Kamis, 06 OKTOBER 2022 • 13:22 WIB

Ma'ruf Amin: Turunkan Angka Stunting Perlu Libatkan Penyuluh Agama, Da’i, dan Da’iyah

Author

Ma'ruf Amin. (Instagram/@kyai_marufamin)

Wakil Presiden Ma’ruf Amin selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting mendorong para penyuluh agama, da’i, dan da’iyah di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Sebab, Ma’ruf memaparkan dari hasil studi status gizi Indonesia 2021 kurang lebih 1 dari 4 balita Indonesia mengalami stunting. Ia menyebut, stunting berpotensi mendatangkan dampak berlipat.

“Stunting berpotensi mendatangkan impak berlipat, karena mengganggu perkembangan otak anak, hingga mengancam raihan produktivitasnya ketika dewasa kelak,” kata Ma’ruf  dalam keterangannya saat menghadiri Halaqoh Nasional “Pelibatan Penyuluh Agama, Da’i, dan Da’iyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting” di Istana Wapres, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Bumil Harus Tahu! 5 Fakta Seputar Stunting serta Bahaya bagi Bayi

Ma’ruf mengatakan, stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan juga masalah kemanusiaan. Bahkan, lanjut dia, stunting dapat menghambat perekonomian dan masa depan pembangunan negara.

Oleh karena itu, jelas Ma’ruf, pemerintah secara agresif telah mengambil langkah penanganan stunting. Ditargetkan angka stunting turun 14% pada 2024. 

“Dibutuhkan kerja cepat, kerja cerdas, dan yang terpenting, kerja kolaborasi semua pihak, termasuk partisipasi aktif penyuluh agama, da’i, dan da’iyah,” ujarnya. 

Menurut Ma’ruf, Khotbah, ceramah, dan tausiah dapat menjadi media tarbiah yang efektif untuk meneruskan pesan-pesan kebaikan kepada umat, termasuk edukasi bahaya stunting dan cara mencegahnya.

Baca juga: Risiko Stunting Masih Besar Meski Bayi Lahir dengan Berat Badan Normal

Lebih lanjut, Ma’ruf menyampaikan tokoh agama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, penyuluh agama, da’i, dan da’iyah memiliki peran strategis dalam mengubah perilaku masyarakat. 

“Saudara-saudara adalah penyampai nilai-nilai dan pesan keagamaan di masyarakat, sekaligus menjadi sumber ilmu (manbaul ‘ulum), pendidik (murabbi), penggerak (muharrik), dan teladan (uswatun hasanah) bagi umat,” ungkapnya.

Ma’ruf menuturkan, upaya mendorong percepatan penurunan stunting juga merupakan langkah-langkah mulia untuk mengimplementasikan maqashid asy-syari’ah (tujuan-tujuan disyari’atkan Islam).

“Terrutama hifdh an-nafs (perlindungan jiwa), hifdh al-‘aql (perlindungan akal), dan hifdh an-nasl (perlindungan keturunan), sehingga menjadi bagian dari ibadah yang harus diamalkan dan didakwahkan kepada masyarakat,” papar Ma’ruf.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU