Belakangan viral di media sosial makanan khas Surabaya dengan olahan minyak berlebih. Hidangan tersebut terkenal dengan sebutan nasi minyak yang berisi bebek goreng bumbu hitam.
"Dikasih nama nasi minyak karena penyajiannya itu full minyak goreng," tulis keterangan dalam video seperti yang dilihat Indozone, Kamis (19/1/2023).
Baca juga: Viral Kuliner Nasi Minyak di Surabaya Dibuat Pakai Jelantah, Netizen: Welcome Kolesterol!
Terlepas dari rasanya yang diklaim lezat, ternyata ada risiko kesehatan yang mengintai di balik hidangan viral ini.
Spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni menjelaskan, ada risiko penyakit ketika mengonsumsinya yakni dislipidemia. Dislipidemia adalah kondisi tingginya kadar lemak di dalam darah.
"Saya khawatir dampaknya ke peningkatan kasus dislipidemia dan turunannya," beber dr Koko dalam keterangannya, Kamis (19/1/2023).
Jika seseorang mengalami dislipidemia, kadar lipoprotein densitas rendah (LDL) atau trigliserida (TG) mereka terlalu tinggi. LDL merupakan jenis kolesterol jahat yang bisa menumpuk dan membentuk gumpalan atau plak pada dinding arteri, terlalu banyak plak bisa memicu terjadinya serangan jantung.
Wow nasi minyak???? pic.twitter.com/PtqB6KkU1m
— Txt dari Kuliner (@txtdrkuliner) January 16, 2023
Sementara Lipoprotein densitas tinggi (HDL) adalah kolesterol baik yang membantu menghilangkan LDL dari darah. Sementara trigliserida merupakan kalori yang tersimpan di dalam sel lemak tetapi tidak terbakar.
"Dislipidemia adalah tingkat yang tidak sehat dari satu atau lebih jenis lipid atau lemak dalam darah. Darah mengandung tiga lipid utama yakni Lipoprotein densitas tinggi (HDL), lipoprotein densitas rendah (LDL), dan trigliserida (TG)," lanjut dia.
Baca juga: Penderita Kolesterol Bisa Coba 3 Resep Makanan Ini, Nikmat dan Kaya Nutrisi
Sebagai informasi, jika kadar LDL dan trigliserida yang tinggi berisiko terkena serangan jantung atau stroke. Kemudian kadar kolesterol HDL yang rendah, bisa berisiko terkena penyakit jantung.
Gejala Dislipidemia
Seseorang yang mengidap dislipidemia mungkin saja tidak merasakannya. Umumnya, kondisi ini sering ditemukan saat melakukan tes darah rutin.
Meski demikian, ada beberapa kondisi yang dapat menunjukkan seseorang mengidap dislipidemia. Berikut gejala dislipidemia:
- Sakit kaki, terutama saat berjalan atau berdiri
- Sakit dada
- Sesak atau tekanan di dada dan sesak napas
- Rasa sakit, sesak, dan tekanan di leher, rahang, bahu, dan punggung
- Gangguan pencernaan dan mulas
- Masalah tidur dan kelelahan siang hari
- Pusing
- Palpitasi jantung
- Keringat dingin
- Muntah dan mual
- Pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, telapak kaki, perut, dan urat leher
- Pingsan
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: