INDOZONE.ID - Keguguran, sebuah kondisi yang tentunya tidak ingin dialami oleh wanita yang sedang hamil. namun terkadang hal ini tidak dapat dihindari.
Meskipun begitu, beberapa faktor yang terkait dengan gaya hidup masih dapat dikendalikan untuk meminimalkan risiko.
Berikut ini lima penyebab keguguran yang sering terjadi dan perlu diwaspadai.
1. Kelainan Kromosom
Sekitar 50% keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom yang tidak dapat dicegah. 'Error' yang kebetulan saat embrio berkembang dapat mengakibatkan kelebihan atau kekurangan kromosom, menghentikan pertumbuhan janin dan menyebabkan keguguran.
Meskipun ini bukan hasil dari masalah genetik yang diturunkan dari orang tua, kondisi ini tidak dapat dihindari.
Beberapa kondisi yang mungkin terjadi akibat kelainan kromosom melibatkan blighted ovum, kematian janin intrauterine, kehamilan molar, dan kehamilan molar parsial.
2. Inkompetensi Serviks
Jaringan serviks yang lemah, atau disebut juga inkompetensi serviks, dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.
Pada akhir trimester pertama, serviks membesar karena pertumbuhan janin. Jika serviks melemah, ia tidak dapat menahan janin, meningkatkan risiko keguguran.
Prosedur cerclage, seperti menjahit serviks, mungkin disarankan jika ada risiko inkompetensi serviks.
Baca Juga: Wanita yang Beberapa Kali Keguguran Masih Bisa Hamil Enggak Sih? Ini Kata Dokter
3. Kondisi Medis
Beberapa kondisi kesehatan ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, termasuk penyakit kronis seperti diabetes, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, infeksi TORCH, penyakit tiroid, lupus, dan gangguan autoimun.
Infeksi menular seksual juga dapat berperan, termasuk klamidia, gonore, sifilis, atau HIV. Masalah pembekuan darah juga dapat menghambat aliran darah ke plasenta.
Baca Juga: Wanita yang Pernah Keguguran Berisiko Lebih Tinggi Alami Stroke, Benarkah?
4. Gaya Hidup
Kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan menggunakan obat terlarang dapat menyebabkan keguguran atau pertumbuhan janin yang abnormal. Merokok, terutama, mengandung racun yang dapat merugikan janin. Mengganti gaya hidup menjadi lebih sehat dapat secara signifikan mengurangi risiko keguguran.
5. Bahaya Lingkungan
Paparan terhadap zat-zat berbahaya di lingkungan rumah atau tempat kerja dapat membahayakan kehamilan.
Bahan-bahan seperti timbal, merkuri, pelarut, pestisida, dan arsenik dapat meningkatkan risiko keguguran.
Penting untuk berbicara dengan dokter jika ada potensi paparan terhadap bahan kimia berbahaya.
Selain penyebab utama di atas, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko keguguran termasuk usia ibu di atas 40 tahun, riwayat keguguran sebelumnya, masalah berat badan (baik obesitas atau kurang berat badan), dan risiko keracunan dari makanan mentah atau setengah matang.
Setiap ibu hamil harus tetap waspada dan berkonsultasi dengan dokter untuk memahami lebih lanjut mengenai kondisi kehamilannya serta mengambil tindakan yang diperlukan demi kesehatan janin dan dirinya sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mommiesdaily.com