INDOZONE.ID - Makanan olahan dan ultra-proses atau ultra-olahan, adalah hasil formulasi industri yang dibuat dengan memecah makanan utuh menjadi komponen kimia.
Komponen ini kemudian diubah dan disusun kembali dengan bahan tambahan untuk menciptakan produk alternatif dari makanan segar, makanan dengan pengolahan minimal, dan makanan cepat saji.
Sebagian besar makanan ultra-proses diproduksi, dijual, dan dipromosikan oleh perusahaan besar.
Produk ini dirancang untuk siap dikonsumsi, terjangkau, dan memiliki rasa yang menggugah selera, sehingga bisa menggantikan makanan lain.
Upaya produsen untuk meraih keuntungan dari makanan ini tampaknya berhasil. Hal ini terlihat dari tingginya minat masyarakat untuk mengonsumsinya.
Baca Juga: Dampak Makanan Olahan Terhadap Kesehatan: Mengenali dan Mengatasi Ancamannya
Namun, makanan semacam ini ternyata memiliki dampak negatif bagi kesehatan.
Simak alasan mengapa makanan ultra tidak baik buat kesehatan atau dikonsumsi secara berlebihan.
Mengapa Makanan Ultra-proses Tidak Baik buat Kesehatan?
Makanan olahan sering kali memiliki kadar lemak jenuh, garam, dan gula yang tinggi.
Saat kamu mengonsumsi makanan ultra-proses, kamu menyisakan sedikit ruang dalam pola makan kamu untuk makanan yang lebih bergizi.
Zat aditif dalam makanan ini juga diduga memiliki dampak negatif terhadap kesehatan.
Cara pengolahan makanan juga bisa memengaruhi respons tubuh kita terhadapnya.
Penelitian menunjukkan, misalnya, bahwa ketika kacang-kacangan dimakan utuh, tubuh menyerap lebih sedikit lemak dibandingkan ketika kacang digiling dan minyaknya dilepaskan.
Teori baru lainnya menyatakan bahwa pola makan yang kaya makanan olahan, juga dapat mempengaruhi kesehatan usus kita.
Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengidentifikasi elemen-elemen spesifik dari makanan ultra-olahan, yang dapat membahayakan kesehatan kamu, dan untuk menentukan apakah efek buruk tersebut berasal dari satu elemen atau kombinasi dari beberapa elemen.
Saat ini, sulit untuk mengetahui apakah masalahnya terletak pada makanan itu sendiri, atau jika konsumsi makanan ini menunjukkan gaya hidup yang terkait dengan kesehatan yang buruk.
Baca Juga: 10 Contoh Makanan dan Minuman Ultra Processed Food, Bahaya!
Namun, mengingat sebagian besar makanan ultra-olahan memiliki kandungan garam, gula, dan lemak jenuh yang tinggi, mengurangi konsumsi makanan tersebut tampaknya adalah langkah yang bijaksana.
Cara Mengurangi Makanan Ultra
Mengonsumsi banyak makanan olahan akan mengurangi kesempatan untuk menikmati makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan, sayuran, ikan, minyak tak jenuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Kamu bisa memperbaiki pola makan yang lebih sehat, cobalah melakukan perubahan seperti ini:
Alih-alih memilih yoghurt beraroma yang mengandung gula atau pemanis, pilihlah yoghurt tawar dan tambahkan potongan buah segar, beku, atau kering, untuk memberikan rasa manis.
Daripada membeli saus atau makanan siap saji, cobalah memasak makanan favoritmu dalam jumlah lebih banyak di rumah, dan bekukan sisanya untuk digunakan di lain waktu.
Baca Juga: Kenali Bahaya Makanan 'Ultra Proses' yang Sering Dianggap Sehat
Sarapanlah dengan bubur yang dilengkapi buah dan kacang-kacangan, daripada memilih sereal rendah serat dan tinggi gula.
Makanlah buah segar, dipanggang, atau direbus sebagai pengganti pai buah atau kue yang dibeli di toko.
Nikmati kacang-kacangan sebagai camilan saat minum teh sore daripada biskuit.
Nah, itulah alasan mengapa makanan olahan atau ultra tidak baik dikonsumsi untuk kesehatan, hingga cara mengurangi makanan ultra.
Penulis: Nadya Mayangsari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bhf.org.uk