INDOZONE.ID - Seorang dokter spesialis anak yang merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), mengungkapkan bahwa penggunaan bedak tabur pada bayi setelah mandi dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi baru lahir.
"Bedak tabur sebaiknya tidak digunakan lagi. Penelitian menunjukkan bahwa bedak yang ditaburkan pada bayi baru lahir bisa terhirup dan masuk ke paru-paru. Mungkin dulu belum ada penelitian ini, tapi sekarang sudah jelas tidak boleh dipakai lagi," ujar dr. Attila Dewanti Poerboyo Sp.A (K) saat konferensi pers di Jakarta, dikutip Senin (22/7/2024).
Menanggapi masih banyaknya orang tua yang menggunakan bedak tabur pada bayi baru lahir, Attila menegaskan bahwa bedak tabur terdiri dari partikel-partikel kecil yang mudah tersebar di udara.
Karena partikel-partikel ini sangat kecil dan sulit terlihat, bedak dapat dengan mudah terhirup dan masuk ke saluran pernapasan bayi, baik saat bayi menangis maupun ketika mulutnya terbuka.
Baca Juga: Pakai Bedak buat Keringkan Keringat Ternyata Gak Bagus, Ini Penjelasannya
Menurut Attila, kebiasaan ini bisa menyebabkan dampak buruk jangka panjang seperti anak sering batuk, mengalami kesulitan berkonsentrasi, hingga mengalami hambatan dalam belajar akibat masalah kesehatan.
Hal ini dapat menyebabkan tumbuh kembang anak tidak optimal dibandingkan anak-anak lain.
"Jadi, kita tidak boleh lagi menggunakan bedak, baik untuk wajah maupun seluruh tubuh," tegasnya.
Kondisi bayi bisa menjadi lebih parah, lanjutnya, jika memiliki riwayat alergi dari orang tua.
"Jika ayah memiliki asma dan ibu alergi debu, anak bisa mewarisi alergi sebesar 70-80 persen. Jika hanya salah satu orang tua yang memiliki alergi, risikonya sekitar 50 persen. Namun, jika kedua orang tua tidak memiliki alergi tetapi kakek nenek yang memiliki, ini juga berbahaya. Paru-paru anak bisa menjadi lebih sensitif dan berisiko terhadap penyakit," jelasnya.
Baca Juga: Wanti-wanti Pakar IDI Soal Bedak Tabur Johnson & Johnson Picu Kanker Ovarium
Pada kesempatan tersebut, Attila juga mengingatkan bahwa kulit bayi lima kali lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa.
Bayi masih berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, sehingga baik orang tua maupun anggota keluarga lainnya, seperti kakek dan nenek, tidak boleh sembarangan memberikan sesuatu yang "asing" pada kulit bayi yang baru lahir.
"Jika kulit bayi sensitif, bisa muncul kemerahan. Oleh karena itu, pilihlah produk bayi yang telah teruji secara dermatologis dan sesuai dengan kondisi bayi. Apalagi jika bayi baru lahir, produk yang digunakan harus khusus untuk new born," ujar dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Brawijaya Antasari Jakarta tersebut.
Penulis: Nadya Mayangsari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara