INDOZONE.ID - Gula merupakan sumber energi penting, terutama untuk sel darah merah, jaringan otot, dan otak.
Selain itu, gula sederhana seperti glukosa berperan sangat penting dalam proses metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi.
Namun, mengonsumsi terlalu banyak gula berdampak buruk pada kesehatan tubuh, seperti obesitas, diabetes, hingga meningkatkan resiko penyakit jantung.
American Heart Association merekomendasikan agar perempuan mengonsumsi tidak lebih dari enam sendok teh gula per hari, sedangkan pria tidak lebih dari sembilan sendok teh.
Jumlah ini berarti tidak lebih dari 25-36 gram atau sekitar 100-150 kalori gula per hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi maksimum 50 gram, namun sebaiknya tidak lebih dari 25 gram gula per hari.
Namun, pada dasarnya sebagian besar gula yang masuk dalam tubuh tak selalu dikonsumsi secara disengaja.
Gula dapat bersembunyi di berbagai makanan, seperti permen, dan makanan olahan, serta tidak mudah dikenali dalam daftar komposisinya.
Oleh karena itu, sulit untuk menentukan apakah seseorang mengonsumsi terlalu banyak gula.
Menurut Vogue, terdapat beberapa tanda pada tubuh yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin mengonsumsi gula berlebihan, antara lain sebagai berikut.
1. Lapar Terus dan Alami Kenaikan Berat Badan
Gula dapat membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan, karena gula meningkatkan kadar glukosa darah dalam jangka pendek.
Baca Juga: Awas! Cepat Lapar dan Haus Bisa Jadi Tanda Tubuh Kebanyakan Gula
Namun tidak memiliki efek kenyang yang tahan lama karena kurangnya serat, yang membuat seseorang merasa lapar terus-menerus.
2. Jerawat
Selain insulin, mengonsumsi gula juga dapat meningkatkan hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1) sehingga dapat merangsang kelenjar sebaceous dan keratinisasi berlebihan di area kelenjar, menyebabkan pori-pori tersumbat, jerawat, dan peradangan.
3. Keinginan Makan Berlebih dan Perubahan Suasana Hati
Peningkatan glukosa dalam darah menyebabkan pelepasan insulin dalam jumlah besar sehingga menyebabkan hipoglikemia relatif, yang memicu keinginan makan.
Pada beberapa orang, ini juga menyebabkan perubahan suasana hati dan mudah tersinggung.
4. Peradangan dan Sistem Imun yang Lemah
Usus kecil memiliki kapasitas untuk mengkonsumsi gula sederhana seperti glukosa dan fruktosa, namun jika berlebihan gula ini akan sampai hingga usus besar.
Hal ini menyebabkan bakteri pada usus besar dapat memakan gula ini dan menyebabkan proliferasi bakteri, sehingga dapat menyebabkan peradangan ringan yang mempercepat penuaan tubuh serta melemahkan sistem kekebalan.
5. Penuaan Dini
Asupan gula tinggi menyebabkan pembentukan produk akhir glikasi lanjutan atau Advanced Glycation End Products (AGEs).
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Gula Merugikan Kesehatanmu, Jangan Abaikan Sebelum Terlambat!
Ketika suatu jaringan mengandung gula berlebih, akan menyebabkan ikatan silang pada kolagen yang membuatnya kaku, rapuh, mudah rusak, hingga membuat tubuh kurang mampu memperbaiki diri sendiri.
Gula memang merupakan sumber energi yang penting bagi tubuh, namun tidak disarankan untuk mengkonsumsinya secara berlebihan.
Memahami batas konsumsi gula harian dan mengenali tanda-tanda tubuh yang mungkin menunjukkan kelebihan gula, dapat membantu kita menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Dengan lebih waspada terhadap kandungan gula dalam makanan, kita bisa mencegah berbagai masalah kesehatan serius dan tetap menjaga tubuh agar tetap bugar dan sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: VOGUE