INDOZONE.ID - Pasca pandemi COVID-19, Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan survei terbaru, yang menunjukkan bahwa 69 persen anak muda semakin melek kesehatan dengan menggunakan layanan telehealth dan smartwatch.
Survei tersebut menunjukkan bahwa 6 dari 10 anak muda, menggunakan smartwatch untuk melacak kondisi kesehatan mereka, menandakan peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan.
Tren ini juga didukung oleh berbagai inovasi digital yang memungkinkan pemantauan kesehatan secara lebih personal dan berbasis data.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Anggaran Rp3,2 Triliun untuk Cek Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun
Untuk mengupas lebih dalam mengenai tren layanan telehealth ini, GDP Venture menggelar acara bertema "Healthtech: Melampaui Batas Inovasi", di Midaz Senayan, pada Rabu (22/1/2025).
Acara ini membahas mengenai inovasi yang berkembang dalam bidang telehealtch dan genomik.
Dalam acara resmi ini, menghadirkan para pakar dari sektor kesehatan, teknologi, dan pemerintah untuk berbagi wawasan mengenai masa depan layanan kesehatan berbasis teknologi, seperti Setiaji, Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata.id; Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc; Levana Sani, CEO Nalagenetics; dan dr. Natalia Zwensi A., M.Sc, praktisi Genomic Medicine.
Aware Terhadap Kesehatan Meningkat Pasca Pandemi Covid-19
Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata.id, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya kesehatan meningkat pesat, terutama setelah pandemi.
"Sebanyak 43 persen anak muda Indonesia rutin memeriksakan diri ke dokter setidaknya sekali dalam setahun. Mereka juga aktif menggunakan aplikasi telehealth untuk mengakses layanan kesehatan dengan mudah dan cepat. Generasi muda kini juga semakin memahami pentingnya pencegahan dini sebagai langkah vital untuk menjaga kesehatan, bukan hanya untuk menangani penyakit tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan," paparnya, pada Rabu (22/1/2025).
Berdasarkan data dari Lokadata.id, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, terutama di kalangan anak muda sebesar 24 persen yang telah menjalani gaya hidup sehat, melalui beragam kegiatan positif seperti olahraga teratur, pola makan seimbang, dan tidur yang cukup.
Menariknya, sekitar 73 persen semakin aware terhadap kesehatan mental mereka, sehingga banyak yang telah memanfaatkan aplikasi digital, seperti smartwatch untuk memantau kondisi kesehatan yang mereka miliki.
Tren ini mencerminkan pergeseran paradigma yang signifikan dalam pengobatan berbasis teknologi kesehatan, serta mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai investasi jangka panjang, baik secara fisik maupun mental.
Baca Juga: Cukup Bawa KTP, Masyarakat Cek Kesehatan Gratis Buat yang Ulang Tahun di Puskesmas Terdekat
Seperti yang diketahui, telehealth baru resmi berkembang di kota-kota besar saja, dan tentu hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk terus menerapkan program ini ke daerah-daerah terpencil.
"Literasi digital masih menjadi kendala utama di luar kota besar. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan teknologi kesehatan bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, salah satu upaya yang dilakukan Halodoc juga secara aktif mengedukasi masyarakat melalui konten-konten di berbagai platform komunikasi,"papar Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc, Rabu (22/1/2025).
Pemeriksaan Kesehatan Gratis 2025
Selain itu, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) pada Februari 2025.
Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular, dengan target melayani hingga 60 juta orang pada tahun pertama dan 200 juta warga dalam lima tahun ke depan.
"Program ini dirancang untuk mencakup semua lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia, dengan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan alat pemeriksaan yang memadai,” ungkap Setiaji, Chief Digital Tranformation Office Kementerian Kesehatan RI.
Regulatory Sandbox Kemenkes
Lalu, Kementerian Kesehatan juga meluncurkan sandbox pada tahun 2023 untuk memberikan perlindungan kepada pasien pengguna layanan telehealth.
Berbagai platform yang memenuhi standar dapat menggunakan logo Kementerian Kesehatan, yang menjamin bahwa layanan tersebut aman dan terpercaya.
Inovasi Teknologi Kesehatan
Inovasi teknologi terus menjadi ujung tombak dalam memperluas akses layanan kesehatan. Misalnya, platform kesehatan Halodoc, menawarkan layanan homecare seperti tes darah, vaksinasi, immune booster, kunjungan dokter, dan pemeriksaan kesehatan di rumah.
Disisi lain, Kementerian Kesehatan berkolaborasi dengan OJK untuk mengembangkan konsep Health Checking, sebuah sistem yang mirip BI Checking. Sistem tersebut memudahkan individu untuk mengakses rekam medis secara aman dan transparan.
Meski demikian, isu keamanan data tetap menjadi perhatian utama. Levana Sani menjelaskan bahwa Nalagenetics, telah menerapkan standar keamanan data ISO 27001 untuk melindungi semua data privasi pasien.
Sedangkan di sisi regulasi, Setiaji menambahkan bahwa Material Transfer Agreement (MTA) telah diterapkan untuk memastikan pemanfaatan data secara bertanggung jawab sesuai PP 28 Pasal 1208.
Di tahun 2040, sudah diperkirakan sekitar 60 persen dari pengeluaran kesehatan akan diarahkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, yang menunjukkan pentingnya investasi dalam langkah-langkah preventif.
Melalui kolaborasi yang erat dan adopsi teknologi yang tepat, Indonesia diharapkan dapat mencapai layanan kesehatan yang lebih inklusif, efisien, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Penulis: Hilwah Nur Puspitawati
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung