INDOZONE.ID - Buang air kecil merupakan hal umum bagi setiap manusia. Sebab, itu merupakan kegiatan alami tubuh untuk menyeimbangkan cairan dan mengeluarkan limbah.
Namun, frekuensi buang air kecil setiap orang berbeda-beda. Bahkan, ada orang yang kerap bolak-balik ke toilet untuk buang air kecil.
Lantas, apakah buang air kecil dalam waktu berdekatan, seperti setiap dua jam, merupakan hal normal?
Untuk tahu jawabannya, INDOZONE akan menjelskannya kepada kamu dalam artikel ini, yah!
Apakah Aman Buang Air Kecil Setiap 2 Jam?
Menurut dr. Mohammad Aadil Siddiqui dan dr. Shadan Ahmad Siddiqui dari Saraswati Medical College, Unnao, buang air kecil setiap dua jam itu sepenuhnya normal.
Namun, klaim normal itu jika tidak ada gejala lain yang menyertai saat buang air kecil, seperti rasa sakit, terbakar, atau darah dalam urine.
Para ahli menyatakan, bahwa frekuensi buang air kecil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti banyak minum air, konsumsi teh atau minuman berkafein, serta penggunaan obat diuretik.
Selain itu, beberapa kondisi medis juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil, seperti:
Baca Juga: Bikin Gak Nyaman, Ini Penyebab dan Cara Atasi Sering Buang Air Kecil saat Hamil
- Kandungan Kemih Overaktif (OAB) dan infeksi saluran kemih (ISK)
Dapat menyebabkan seringnya buang air kecil.
- Diabetes
Kondisi ini, terutama yang tidak terkontrol, bisa memicu sering buang air kecil karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa.
- Kehamilan
Pada wanita hamil, rahim yang membesar bisa memberi tekanan pada kandung kemih, menyebabkan buang air kecil lebih sering.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil pada Pria dan Wanita
Berapa Jarak Waktu yang Normal Antara Buang Air Kecil?
Secara umum, orang dewasa yang sehat buang air kecil sekitar 6 hingga 8 kali dalam sehari, yang berarti setiap 3 hingga 4 jam sekali.
Namun, frekuensinya bisa bervariasi, tergantung pada asupan cairan dan gaya hidup setiap individu.
Ada juga yang buang air kecil antara 4 hingga 10 kali sehari. Menurut penelitian yang dipublikasikan di PubMed, rata-rata frekuensi buang air kecil pada orang dewasa normal adalah sebagai berikut:
- 6 persen individu buang air kecil lebih dari 6 jam sekali.
- 16 persen individu buang air kecil setiap 5 hingga 6 jam.
- 51 persen individu buang air kecil setiap 3 hingga 4 jam.
- 23 persen individu buang air kecil setiap 1 hingga 2 jam.
Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Buang Air Kecil
Beberapa faktor mempengaruhi seberapa sering seseorang buang air kecil, seperti:
- Asupan Cairan
Minum banyak cairan, terutama yang mengandung diuretik, seperti kafein atau alkohol, bisa membuat jarak waktu antara buang air kecil menjadi lebih pendek.
- Usia
Seiring bertambahnya usia, kapasitas kandung kemih dan fungsi otot bisa berkurang, yang menyebabkan sering buang air kecil.
- Kondisi Kesehatan
Penyakit seperti kandung kemih overaktif, infeksi saluran kemih (ISK), atau diabetes bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil.
- Kapasitas Kandung Kemih
Orang dengan kapasitas kandung kemih yang lebih kecil mungkin perlu buang air kecil lebih sering.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
Meski buang air kecil sering terjadi, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Jika kamu buang air kecil lebih dari delapan kali sehari, merasakan nyeri atau terbakar saat buang air kecil, melihat darah dalam urine, atau merasa kesulitan buang air kecil, segera konsultasikan dengan dokter.
Gejala lain yang mengkhawatirkan, termasuk nyeri perut atau punggung bawah yang parah, kehilangan kontrol kandung kemih, atau buang air kecil yang disertai demam, mual, peningkatan rasa haus, atau cairan yang tidak biasa.
Mengetahui gejala-gejala ini sejak awal, dapat membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.
Meski buang air kecil setiap dua jam bisa jadi normal bagi sebagian orang, penting untuk memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi frekuensinya.
Jika kamu merasa khawatir tentang perubahan frekuensi buang air kecil atau merasakan gejala yang tidak biasa, segera cari bantuan medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Onlymyhealth.com