Kamis, 30 JANUARI 2025 • 13:00 WIB

Kenali Penyebab Gegar Otak, Faktor Risiko, hingga Cara Mencegahnya

Author

Ilustrasi anak yang mengalami gejala gegar otak.

INDOZONE.ID - Gegar otak merupakan cedera otak traumatis ringan yang bisa memengaruhi fungsi otak. Efeknya bersifat jangka pendek dan bisa menyebabkan sakit kepala.

Selain itu, gegar otak juga bisa mengganggu konsentrasi, ingatan, keseimbangan, suasana hati, dan tidur.

Gegar otak biasanya disebabkan dari benturan keras pada kepala atau tubuh yang dipengaruhi dengan perubahan fungsi otak.

Tidak semua orang yang mengalami benturan pada tubuh atau kepala dapat mengalami gegar otak.

Kenali penyebab gegar otak sesungguhnya, faktor risiko, hingga cara mencegahnya di bawah ini.

Baca Juga: Kepala Terbentur? Awas, Bahaya Gegar Otak pada Anak: Kenali Gejala, Pencegahan, dan Penanganannya

Penyebab Gegar Otak 

Gegar otak terjadi ketika otak mulai bergeser maju mundur terhadap dinding bagian dalam tengkorak. Gerakan ini bisa disebabkan oleh pukulan keras ke kepala dan leher atau tubuh bagian atas.

Gegar otak juga bisa disebabkan oleh percepatan atau perlambatan mendadak pada kepala. Gegar otak bisa terjadi selama kecelakaan mobil, jatuh dari sepeda atau dari tabrakan dengan pemain olahraga lain.

Gerakan-gerakan ini bisa melukai otak dan memengaruhi fungsi otak, biasanya untuk jangka waktu yang singkat.

Terkadang cedera otak traumatis ringan bisa menyebabkan pendarahan di dalam maupun sekitar otak, yang membuat kantuk berkepanjangan, kebingungan, dan terkadang kematian.

Bagi siapa pun yang mengalami cedera otak harus dijaga dan diperhatikan beberapa jam setelahnya dan mencari perawatan darurat kalau gejalanya memburuk.

Faktor Risiko 

Kejadian dan faktor yang bisa meningkatkan risiko gegar otak meliputi:

  • Kegiatan yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh, terutama pada anak kecil dan orang dewasa yang sudah rentan.
  • Olahraga berisiko tinggi seperti sepak bola Amerika, hoki, sepak bola, rugbi, tinju, atau olahraga kontak lainnya.
  • Tidak menggunakan peralatan keselamatan dan pengawasan yang tepat saat bermain olahraga berisiko tinggi.
  • Kecelakaan mobil.
  • Kecelakaan pejalan kaki atau sepeda.
  • Pertempuran militer.
  • Kekerasan fisik.

Baca Juga: Dialami Justin Hubner, Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganan Gegar Otak

Cara Mencegah Gegar Otak

Berikut ini adalah cara yang tepat untuk membantu kamu mencegah atau meminimalkan risiko terkenanya gegar otak:

  • Kenakan perlengkapan pelindung selama beraktivitas dan berolahraga. Pastikan perlengkapan tersebut pas, terawat dengan baik, dan digunakan dengan benar.
  • Usahakan untuk selalu mengenakan helm saat bersepeda, mengendarai sepeda motor, bermain papan luncur salju, atau melakukan aktivitas apa pun yang bisa mengakibatkan cedera di kepala.
  • Kencangkan sabuk pengaman kamu. Kenakan sabuk pengaman dengan benar untuk mencegah cedera serius, termasuk cedera kepala, selama kecelakaan lalu lintas.
  • Lindungi pencahayaan di rumah kamu. Jauhkan lantai dari benda-benda yang bisa menyebabkan kamu tersandung dan jatuh. Jatuh di sekitar rumah adalah penyebab utama cedera kepala.
  • Jaga dan pantau anak-anak kamu. Untuk membantu mengurangi risiko cedera kepala pada anak-anak, tutupi tangga dan pasang pelindung jendela.
  • Berolahragalah secara teratur. Olahraga bisa memperkuat otot kaki dan meningkatkan keseimbangan kamu.
  • Berikan edukasi kepada orang lain mengenai gegar otak. Seperti edukasi kepada pelatih, atlet, orang tua, dan orang lain mengenai gegar otak untuk membantu menyebarkan kesadaran.

Penulis: Nadya Mayangsari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayoclinic.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU