Minggu, 06 APRIL 2025 • 15:15 WIB

Efek Merokok dan Konsumsi Alkohol terhadap Risiko Kanker Payudara yang Perlu Kamu Ketahui

Author

Kanker Payudara(Sumber:X/Arbiarso Wijatmoko)

INDOZONE.ID - Setiap perempuan diperkirakan memiliki peluang sekitar 13% untuk mengidap kanker payudara sepanjang hidupnya.

Penyakit ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti genetika, pola makan, dan gaya hidup.

Di antara semua faktor tersebut, kebiasaan merokok dan minum alkohol menjadi dua hal yang paling sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara menurut banyak penelitian.

Baca Juga: Benarkah Pewarna dan Catokan Rambut Menyebabkan Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

Efek Merokok(Sumber:X/Tirtoid)

Merokok dan Kaitannya dengan Kanker Payudara

Merokok dikenal sebagai salah satu penyebab utama berbagai jenis kanker yang sebenarnya bisa dicegah.

Selain berperan besar dalam perkembangan kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, dan kerongkongan, rokok juga memiliki keterkaitan erat dengan kanker payudara.

Kandungan zat berbahaya dan karsinogenik dalam asap rokok dapat merusak jaringan tubuh, termasuk jaringan payudara.

Perempuan yang aktif merokok atau pernah merokok memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak merokok sama sekali.

Tak hanya itu, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan kemungkinan kambuhnya kanker setelah pengobatan, serta memperbesar risiko kematian akibat penyakit tersebut.

Namun begitu, berhenti merokok tetap memberikan manfaat besar, bahkan setelah diagnosis kanker.

Mengurangi atau menghentikan konsumsi rokok bisa menurunkan risiko terkena komplikasi serius seperti kanker lainnya, penyakit jantung, dan masalah paru-paru.

Pengaruh Alkohol terhadap Kanker Payudara

Minuman Beralkohol(Sumber:X/birmas.id)

Konsumsi alkohol juga menjadi faktor risiko yang tak kalah penting.

Baca Juga: Terobosan Baru untuk Kanker Payudara, Vaksin Eksperimental Tunjukkan Hasil Positif

Meskipun sering dianggap wajar, minum alkohol dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan potensi terkena kanker payudara secara signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang minum dua gelas alkohol atau lebih setiap hari memiliki risiko hingga 20% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol.

Sebagai panduan, berikut ini adalah ukuran standar satu porsi alkohol:

- 350 ml bir

- 150 ml anggur

- 45 ml minuman keras (seperti vodka, wiski, dan sejenisnya)

Lalu, mengapa alkohol bisa memicu kanker payudara? Ini beberapa alasannya:

- Alkohol bisa merusak dan mengiritasi sel-sel tubuh, yang pada akhirnya dapat memicu pertumbuhan sel abnormal atau tumor ganas.

- Konsumsi alkohol terbukti dapat meningkatkan kadar hormon estrogen, yang berpengaruh langsung terhadap jaringan payudara.

- Alkohol mengandung kalori kosong yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan,lemak tubuh berlebih juga diketahui menjadi salah satu faktor pemicu berbagai jenis kanker.

- Minum alkohol bisa menghambat penyerapan nutrisi penting seperti asam folat, yang berperan dalam menjaga kestabilan sel tubuh,kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko kanker.

Buat kamu yang sedang menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol sepenuhnya.

Alkohol tidak hanya bisa memicu efek samping yang berbahaya, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kekambuhan setelah dinyatakan sembuh.

Meskipun ada studi yang menyebutkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah kecil mungkin tidak berbahaya, kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda.

Baca Juga: Cegah Kanker Payudara! Ini Pentingnya Pemilihan Bra dan Deteksi Dini bagi Generasi Muda

Maka dari itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai apakah kamu boleh mengonsumsi alkohol dan berapa batas aman yang disarankan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Webmd.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU