Ilustrasi makan malam (Pexels/Kaboompics .com)
INDOZONE.ID - Sejumlah ahli beberapa waktu lalu melakukan penelitian terhadap keterkaitan antara waktu makan, dengan kadar gula darah.
Penelitian tersebut menunjukkan, waktu makan dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.
Makan terlalu malam, khususnya mendekati waktu tidur, dapat berdampak buruk terhadap sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa.
Hal ini berkaitan erat dengan sistem sirkadian—jam biologis internal tubuh yang mengatur berbagai fungsi, termasuk perilaku dan metabolisme. Sistem ini bekerja dalam siklus 24 jam, dan dikendalikan pusat pengatur waktu di otak, serta jam biologis tambahan di organ-organ seperti hati dan pankreas.
Dikutip dari Medical News Today, karena adanya sistem ini, tubuh kita memproses makanan secara berbeda tergantung pada waktu makan.
Misalnya, makan pada malam hari atau di luar siklus alami terang-gelap—seperti saat bekerja pada shift malam—dapat mengganggu ritme sirkadian dan berpotensi menimbulkan masalah metabolik.
Baca juga: Mitos dan Fakta soal Makan Malam di Atas Jam 8 Malam, Nggak Semuanya Benar!
Peneliti dari German Institute of Human Nutrition Potsdam-Rehbrücke (DIfE) meneliti keterkaitan antara waktu makan malam, dan metabolisme gula darah dengan menganalisis data dari studi ‘kembar’ yang dilakukan pada 2009–2010. Hasil studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal eBioMedicine.
Sebelumnya, penelitian telah menunjukkan, konsumsi makanan pada malam hari dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap obesitas dan penyakit jantung.
Namun, interaksi antara waktu makan, ritme biologis individu, dan dampaknya terhadap risiko diabetes belum sepenuhnya dipahami.
Ilustrasi seseorang makan larut malam. (Photo/Ilustrasi/Pixabay)
Dalam studi tersebut, peneliti menilai, waktu makan peserta diambil berdasarkan jarak antara waktu makan terakhir dengan titik tengah tidur—yakni waktu di antara saat seseorang tertidur dan bangun.
Penanda ini menunjukkan, kecenderungan kronotipe seseorang, apakah ia lebih aktif di pagi hari (morning person) atau malam hari (night owl).
Sebanyak 92 partisipan yang terdiri dari 46 pasang kembar identik maupun fraternal, mengikuti studi ini. Selama lima hari berturut-turut, mereka diminta mencatat waktu makan, serta jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today