Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 20 JULI 2025 • 17:20 WIB

Hati-hati! Makan Terlalu Larut Malam Bisa Ganggu Keseimbangan Gula Darah

Hati-hati! Makan Terlalu Larut Malam Bisa Ganggu Keseimbangan Gula DarahIlustrasi makan malam (Pexels/Kaboompics .com)

INDOZONE.ID - Sejumlah ahli beberapa waktu lalu melakukan penelitian terhadap keterkaitan antara waktu makan, dengan kadar gula darah.

Penelitian tersebut menunjukkan, waktu makan dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.

Makan terlalu malam, khususnya mendekati waktu tidur, dapat berdampak buruk terhadap sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa.

Hal ini berkaitan erat dengan sistem sirkadian—jam biologis internal tubuh yang mengatur berbagai fungsi, termasuk perilaku dan metabolisme. Sistem ini bekerja dalam siklus 24 jam, dan dikendalikan pusat pengatur waktu di otak, serta jam biologis tambahan di organ-organ seperti hati dan pankreas.

Dikutip dari Medical News Today, karena adanya sistem ini, tubuh kita memproses makanan secara berbeda tergantung pada waktu makan. 

Misalnya, makan pada malam hari atau di luar siklus alami terang-gelap—seperti saat bekerja pada shift malam—dapat mengganggu ritme sirkadian dan berpotensi menimbulkan masalah metabolik.

Baca juga: Mitos dan Fakta soal Makan Malam di Atas Jam 8 Malam, Nggak Semuanya Benar!

Studi Ungkap Hubungan Waktu Makan dan Gula Darah

Peneliti dari German Institute of Human Nutrition Potsdam-Rehbrücke (DIfE) meneliti keterkaitan antara waktu makan malam, dan metabolisme gula darah dengan menganalisis data dari studi ‘kembar’ yang dilakukan pada 2009–2010. Hasil studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal eBioMedicine.

Sebelumnya, penelitian telah menunjukkan, konsumsi makanan pada malam hari dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap obesitas dan penyakit jantung. 

Namun, interaksi antara waktu makan, ritme biologis individu, dan dampaknya terhadap risiko diabetes belum sepenuhnya dipahami.

Hati-hati! Makan Terlalu Larut Malam Bisa Ganggu Keseimbangan Gula DarahIlustrasi seseorang makan larut malam. (Photo/Ilustrasi/Pixabay)

Dalam studi tersebut, peneliti menilai, waktu makan peserta diambil berdasarkan jarak antara waktu makan terakhir dengan titik tengah tidur—yakni waktu di antara saat seseorang tertidur dan bangun.

Penanda ini menunjukkan, kecenderungan kronotipe seseorang, apakah ia lebih aktif di pagi hari (morning person) atau malam hari (night owl).

Makan Larut Turunkan Sensitivitas Insulin

Sebanyak 92 partisipan yang terdiri dari 46 pasang kembar identik maupun fraternal, mengikuti studi ini. Selama lima hari berturut-turut, mereka diminta mencatat waktu makan, serta jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hati-hati! Makan Terlalu Larut Malam Bisa Ganggu Keseimbangan Gula Darah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!