Ilustrasi makan malam (Pexels/Kaboompics .com)
INDOZONE.ID - Banyak orang masih percaya kalau makan setelah jam 8 malam itu otomatis bikin gemuk atau bikin tubuh jadi nggak sehat.
Aturan ini udah lama banget jadi bagian dari budaya diet, sampai-sampai ada yang panik cuma karena ngemil buah waktu malam.
Padahal itu belum tentu ada efek seburuk itu. Tapi, benarkah makan malam lewat jam 8 selalu jadi masalah buat kesehatan?
Yuk, kita bahas bareng biar kamu nggak terus-terusan merasa bersalah tiap kali perut keroncongan di malam hari. Siapa tahu, justru pola makan malammu nggak seburuk yang kamu kira.
Baca juga: 7 Pola Makan Sederhana yang Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung
Mitos soal makan malam seringnya datang dari anggapan bahwa makan terlalu larut bisa bikin pencernaan terganggu, nambah berat badan, dan bikin tidur jadi nggak nyenyak.
Emang sih, makan terlalu dekat dengan waktu tidur bisa bikin asam lambung naik atau perut terasa nggak nyaman.
Tapi banyak juga yang langsung menganggap metabolisme bakal “mati” begitu malam datang padahal nggak gitu juga.
Tubuh kita nggak kayak saklar lampu langsung off pas kita tidur. Metabolisme tetap jalan 24 jam penuh, bahkan saat kamu tidur.
Tubuh tetap butuh energi buat bernapas, memperbaiki sel, sampai ngatur suhu tubuh.
Jadi, anggapan bahwa makan malam otomatis bikin tubuh nggak bisa mencerna makanan dengan baik apalagi cuma karena lewat jam 8 itu sebenarnya terlalu disederhanakan.
Baca juga: Menyelami Dunia Anti-Inflamasi: Makanan yang Bisa Mengurangi Peradangan
Banyak yang masih salah paham soal metabolisme. Banyak orang ngira kalau malam hari, metabolisme tubuh langsung “mati” dan nggak bisa mencerna makanan dengan baik.
Padahal kenyataannya, tubuh kita tetap bekerja meski aktivitas fisik udah berkurang. Jadi sistem pencernaan tetap jalan walaupun gak secepat pas siang hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health.com, Rollingout.com