Jumat, 19 SEPTEMBER 2025 • 16:35 WIB

Kulit Wajah Kusam dan Cepat Tua Akibat Polusi? Coba Langkah Sederhana Ini Agar Tetap Glowing dan Awet Muda!

Author

Ilustrasi wajah kusam (hellosehat)

INDOZONE.ID - Setiap hari, kulit kita terpapar polusi dari berbagai sumber, mulai dari asap kendaraan, bahan kimia, industri, hingga sinar ultraviolet (UV) Matahari. Dampaknya dapat membuat kulit wajah menjadi iritasi, kering, muncul bintik hitam, bahkan mempercepat penuaan dini.

Tapi tenang, bukan berarti kulit wajah nggak bisa dilindungi. Dengan perawatan yang sederhana dan konsisten, kulit wajah justru bisa lebih kuat untuk melawan kerusakan akibat polusi. 

Kabar baiknya, kamu nggak butuh produk mahal atau rutinitas ribet. Cukup beberapa langkah dasar perawatan kulit, sudah cukup untuk bantu kulit tetap sehat, segar, dan terlindungi setiap hari.

Baca juga: Biar PDKT Jalan Terus, Hindari 5 Kesalahan Ini saat Dekati Gebetan

Apa sih dampak polusi terhadap kulit?

Kulit adalah benteng pertama tubuh melawan berbagai polutan, baik yang terlihat maupun yang nggak kasatmata. Sayangnya, paparan polusi bisa memicu banyak masalah kulit, seperti :

Radikal bebas dan stres oksidatif

Polusi membawa banyak radikal bebas yang dapat merusak sel dan DNA tubuh. Proses ini disebut stres oksidatif, dan efeknya nggak main-main. 

Penelitian menunjukkan stres oksidatif dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari perubahan warna kulit, kemerahan, tekstur kasar, kerutan, hingga resiko kanker kulit.

Masalah kulit akibat peradangan

Beberapa masalah kulit seperti jerawat, eksim, psoriasis, dan rosacea sangat erat hubungannya dengan peradangan. Oleh sebab itu, polusi udara dapat memicu reaksi peradangan pada kulit, yang akhirnya bikin kondisi-kondisi tersebut semakin parah.

Baca juga: 7 Minuman Pereda Sembelit yang Bikin Perut Aman Terkendali

Melemahnya lapisan pelindung kulit

Lapisan terluar kulit berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dengan menahan air serta nutrisi tetap di dalam, sekaligus mencegah masuknya racun ke dalam tubuh melalui kulit. 

Namun, paparan polusi dapat merusak lapisan pelindung ini sehingga polutan lebih mudah menembus ke bagian kulit yang lebih dalam. Dampaknya, kulit menjadi rentan kering, mudah iritasi, kemerahan, dan lebih sensitif.

Cara melindungi kulit dari kerusakan

Polusi memang tidak bisa sepenuhnya dihindari karena ada di sekitar kita. Namun, kabar baiknya kulit tetap dapat dilindungi dari dampak buruknya.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Bersihkan wajah setiap malam

Pembersih wajah berperan penting untuk mengangkat sisa polusi yang menempel di kulit, sehingga langkah ini tidak boleh dilewatkan. Malam hari menjadi waktu terbaik karena kulit sedang memperbaiki diri, jadi pastikan wajah selalu dibersihkan sebelum tidur.

Untuk kulit berminyak, mencuci wajah kembali di pagi hari akan membantu, meskipun tidak semua orang harus mencuci muka dua kali sehari.

Pilihlah pembersih wajah yang lembut, tidak mengandung butiran kasar (scrub), dan bebas alkohol. Jika kulit kamu tergolong sensitif, hindari produk dengan tambahan pewangi, alkohol, atau pewarna karena dapat memicu iritasi.

2. Gunakan produk dengan kandungan antioksidan

Antioksidan berfungsi sebagai ‘tameng’ untuk melawan stres oksidatif akibat polusi. Tetapi, kalian juga bisa mendapatkannya dalam produk berupa lotion, krim, atau serum. Setelah membersihkan wajah, gunakan produk dengan kandungan antioksidan, seperti :

  • Ekstrak teh hijau
  • Vitamin B3 (niacinamide)
  • Vitamin A (retinol, retinyl palmitate, retinoic acid, retinaldehyde)
  • Vitamin C
  • Vitamin E

Pemakaian rutin produk dengan kandungan-kandungan diatas dapat membantu kulit lebih kuat melawan kerusakan akibat polusi serta menjaga kesehatan dan kilau alami kulit. Tapi, jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter ahli kulit kandungan mana saja yang boleh dan tidak boleh digabungkan ya!

3. Perkuat skin barrier

Kulit kering, bersisik, kemerahan, atau mudah iritasi biasanya menandakan skin barrier yang rusak sehingga lebih rentan terhadap polusi.

Untuk memperbaikinya, gunakan pelembab secara rutin. Sebaiknya, pilih produk dengan ceramide untuk memperkuat lapisan pelindung kulit dan menjaga keseimbangannya.

Dengan skin barrier yang sehat, kulit lebih tahan terhadap polusi, tidak mudah kusam ataupun cepat menua, dan tampak lebih segar.

4. Gunakan sunscreen setiap hari

Sunscreen tidak hanya melindungi dari sunburn, penuaan dini, dan resiko kanker kulit saja – tetapi juga membantu melawan dampak polusi.

Sinar UV bisa memperparah stres oksidatif akibat polusi, sehingga sunscreen berperan ganda sebagai pelindung dari sinar matahari sekaligus perisai kulit dari kerusakan. Tips memilih dan memakai sunscreen :

  • Pilih yang berlabel “broad spectrum” dengan minimal SPF 30.
  • Gunakan setiap pagi, meski cuaca mendung ataupun hanya di dalam ruangan.
  • Aplikasikan ulang setiap 2 jam, terutama setelah berenang, berkeringat, atau beraktivitas diluar ruangan.

Dengan pemakaian rutin, kulit akan tetap terlindungi, sehat, glowing, dan awet muda lebih lama.

5. Konsumsi makanan yang melindungi kulit

Perlindungan kulit bukan hanya dari skincare, tapi juga dari asupan sehari-hari. Sama seperti serum atau krim kaya antioksidan, makanan bernutrisi bisa menjadi “pertahanan dari dalam” terhadap polusi.

Perbanyak konsumsi buah, sayuran, kacang, biji-bijian, dan whole grains yang kaya antioksidan untuk membantu menurunkan stres oksidatif, sehingga kulit lebih sehat dan segar. 

Jangan lupa asupan omega-3 untuk memperkuat skin barrier, seperti mengkonsumsi chia seeds, flax seeds, walnut, atau ikan berlemak (salmon, sarden). Dengan pola makan yang tepat, kulit akan tampak glowing dari luar sekaligus kuat dari dalam.

6. Kurangi paparan polusi

Memang mustahil menghindari polusi sepenuhnya, tapi kamu bisa mengurangi dampaknya dengan langkah sederhana berikut :

  • Batasi polusi dalam ruangan: Hindari pewangi sintetis dan pembersih berbahan keras. Kamu bisa menggantinya dengan air, cuka, atau baking soda.
  • Jaga kualitas udara rumah: Rutin ganti filter AC dan gunakan HEPA purifier untuk menyaring partikel halus.
  • Pantau kualitas udara: Cek indeks polusi harian. Dan batasi aktivitas luar ruangan saat angkanya tinggi, terutama pukul 11.00 – 20.00.
  • Atur waktu olahraga: Hindari berolahraga saat jam sibuk agar tidak terpapar emisi kendaraan berlebih.

Kapan harus berkonsultasi ke dokter kulit?

Perawatan mandiri memang dapat membantu, tetapi ada saatnya kulit butuh penanganan profesional. Jika masalah seperti kemerahan, kekeringan, sensitivitas, atau jerawat tak kunjung membaik, segera temui dermatologis.

Dokter kulit dapat mencari penyebab utama sekaligus memberikan produk atau perawatan yang sesuai kebutuhan kulitmu.

Menjaga kesehatan kulit di tengah paparan polusi memang bukan hal yang mudah, tapi sangat mungkin dilakukan dengan langkah yang konsisten.

Mulai dari membersihkan wajah, memakai skincare yang tepat, rutin menggunakan sunscreen, hingga mendukungnya dengan pola makan sehat dan gaya hidup yang bijak. 

Jangan lupa, jika perawatan mandiri belum cukup, konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan solusi terbaik.

Dengan perawatan luar dan dalam yang seimbang, kulitmu bisa tetap kuat, sehat, dan bercahaya meski harus berhadapan dengan polusi setiap hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: UCLA Health

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU