Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 16:40 WIB

Museum of Speaking Skin: Merayakan Perjalanan Kulit Perempuan Lewat Seni, Sains, dan Inovasi

Author

Museum of Speaking Skin dirancang untuk mengajak perempuan berhenti sejenak dan mendengarkan “cerita” yang disampaikan kulit mereka sendiri. (Ist)

INDOZONE.ID - Hadir sebagai bagian dari keseharian perempuan Indonesia selama lebih dari 20 tahun, Lactacyd “Museum of Speaking Skin”, sebuah pengalaman interaktif tiga hari yang digelar di Atrium Bintaro Jaya Xchange Mall 2.

Acara ini menjadi momentum peluncuran berbagai inovasi terbaru, mulai dari tampilan baru yang lebih elegan, formula LACTOBIOME+, hingga lini terbaru Lactacyd Body Wash yang menandai ekspansi ke perawatan kulit tubuh secara menyeluruh.

Mengusung tema “Skin Speaks, We Listen”, Museum of Speaking Skin dirancang untuk mengajak perempuan berhenti sejenak dan mendengarkan “cerita” yang disampaikan kulit mereka sendiri. 

Pameran ini memadukan seni, sains, dan pengalaman multisensori untuk mengeksplorasi hubungan emosional perempuan dengan perjalanan kulitnya.

“Kulit bukan sekadar soal penampilan, tapi tentang cerita dan pengalaman yang melekat di setiap perjalanannya,” ujar Quang Long Tran, Country Head Opella Healthcare Indonesia.

Baca juga: Manfaat dan Cara Menerapkan Teknik Skin Cycling untuk Kulit Sehat dan Glowing

Sebagai bagian dari pameran, 10 seniman dan ilustrator perempuan Indonesia menampilkan 17 karya seni bertema “Skin speaks of womanhood, motherhood, and the beauty of self-care journey.”

Para seniman yang terlibat antara lain: Aliffia Safitri, Amiwitchy, Chenny Aviana, Claudia Clara, Elma Lucyana, Junissa Bianda, dr. Riva Ambardina, Saskia Gita Sakanti, Tanya Eirina, dan Ummi Shabrina Dammas.

Lebih dari sekadar pameran seni, Museum of Speaking Skin menjadi ruang untuk merayakan perjalanan perempuan dalam merawat diri, melalui kombinasi seni, ilmu pengetahuan, dan makna emosional.

“Kami ingin menciptakan ruang yang merayakan perjalanan merawat kulit, sekaligus memperkenalkan inovasi kami yang mendukung perempuan di setiap tahap kehidupan,” tambah Quang Long.

LACTOBIOME+: Inovasi Baru untuk Skin Barrier yang Lebih Kuat

Museum of Speaking Skin dirancang untuk mengajak perempuan berhenti sejenak dan mendengarkan “cerita” yang disampaikan kulit mereka sendiri. (Ist)

Di area product experience, pengunjung dapat mengenal lebih dekat inovasi formula LACTOBIOME+ yang menggabungkan Natural Lactoserum dan Organic Lactic Acid. 

Kombinasi ini bekerja selaras dengan microbiome kulit untuk menjaga pH alami sekaligus memperkuat skin barrier.

“Melalui tampilan baru dan formula LACTOBIOME+, kami ingin terus memberikan nilai lebih bagi perempuan Indonesia—dari bayi hingga lansia,” jelas dr. Fatimah Pitaloca, Medical Lead Opella Healthcare Indonesia.

Museum of Speaking Skin juga menandai peluncuran Lactacyd Body Wash, produk terbaru yang memperluas jangkauan Lactacyd dari perawatan area feminin menjadi solusi lengkap untuk kulit tubuh. Dua varian yang diperkenalkan adalah:

Baca juga:  Skin Barrier 101: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Efektif Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak

1. Healthy Bright

Mengandung Brightening Actipone Complex dan Niacinamide, membantu mencerahkan kulit dalam 7 hari, serta memiliki aroma Peony, Pear, dan Sandalwood.

2. Ever Fresh

Diformulasikan dengan Freshness Technology dan 7 Herbal Extracts, memberikan kesegaran hingga 24 jam, dengan wngi Apple, Berry, dan Freesia

“Kami ingin menjadikan momen mandi sebagai pengalaman perawatan diri yang lembut dan bermakna,” ujar Eka Puteri Widiyaningsih, Brand Manager Lactacyd Indonesia.

“Merawat kulit bukan hanya soal tampilan luar, tapi bagaimana kita merasa nyaman dan percaya diri dalam tubuh sendiri,” tambah Eka.

Dengan kehadiran Museum of Speaking Skin, Lactacyd tidak sekadar meluncurkan inovasi baru, tetapi juga menciptakan ruang bagi perempuan Indonesia untuk merayakan setiap perjalanan merawat kulit, baik untuk diri sendiri maupun untuk si kecil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU