INDOZONE.ID - Bulan Ramadan identik dengan momen menenangkan diri, memperdalam ibadah, sekaligus memperlambat ritme aktivitas sehari-hari.
Namun di balik suasana yang lebih tenang ini, perubahan pola makan dan minum selama berpuasa ternyata bisa mempengaruhi kondisi kulit.
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu cukup lama.
Ditambah dengan cuaca yang cenderung panas, kondisi ini sering membuat kulit terasa lebih kering, tampak kusam, bahkan menjadi lebih sensitif dari biasanya.
Baca juga: Rahasia Glass Skin 2026: Beberapa Brand Skincare yang Wajib Kamu Coba!
Karena itu, menjaga rutinitas skincare selama Ramadan tetap penting.
Bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga untuk mempertahankan kesehatan kulit agar tetap terlindungi.
Menurut Kenneth Hoellmann, Founder & CEO MÄNN Skincare, perawatan kulit selama puasa sebaiknya difokuskan pada menjaga kekuatan skin barrier sekaligus mengontrol peradangan yang bisa muncul akibat perubahan pola hidup selama Ramadan.
Salah satu langkah paling dasar adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Cara paling efektif adalah dengan minum air secara bertahap sejak waktu berbuka hingga sahur.
Baca juga: Disebut Tutup, Jenama Skincare Ini Klaim Masih Beroperasi dan Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Metode ini membantu tubuh menyerap cairan secara optimal.
Selain air putih, konsumsi makanan yang kaya kandungan air juga bisa membantu menjaga kelembaban tubuh.
Buah seperti mentimun, melon, hingga berbagai jenis berry bisa menjadi pilihan segar saat berbuka.
Sementara itu, makanan seperti kurma, almond, dan delima dikenal kaya antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.
Sebaliknya, sebaiknya batasi minuman berkafein saat sahur. Kandungan kafein dapat mempercepat kehilangan cairan dalam tubuh sehingga berisiko membuat kulit semakin dehidrasi sepanjang hari.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Foundation yang Terlalu Terang, Biar Makeup Nggak Belang!
Perawatan kulit di siang hari juga tidak boleh diabaikan meskipun sedang berpuasa.
Menggunakan pelembab ringan dapat membantu menjaga skin barrier tetap kuat sekaligus melindungi kulit dari pengaruh lingkungan seperti polusi dan udara kering.
Pilih produk yang mengandung bahan seperti hyaluronic acid atau squalane.
Kedua kandungan ini dikenal efektif membantu mempertahankan kelembaban kulit tanpa memberikan rasa berat atau lengket di wajah.
Selain pelembab, penggunaan sunscreen juga tetap wajib dilakukan setiap hari.
Baca juga: Bulu Mata Rontok Berlebihan? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya
Paparan sinar matahari, bahkan ketika tidak terasa langsung, tetap dapat merusak lapisan kulit dan mempercepat proses dehidrasi.
Dr. Yannis Alexandrides, ahli bedah plastik sekaligus Co-Founder 111SKIN, menjelaskan bahwa penggunaan sunscreen seharusnya menjadi bagian dari rutinitas harian, terlepas dari kondisi cuaca.
Paparan sinar UV diketahui dapat memicu kerusakan sel kulit, mempercepat tanda penuaan, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Sementara itu, waktu setelah berbuka puasa menjadi momen yang ideal bagi kulit untuk memulihkan diri.
Baca juga: 4 Tips Memilih Warna Softlens Sesuai Skin Tone, Biar Nggak Salah Pilih!
Pada malam hari, kulit secara alami melakukan proses regenerasi.
Oleh karena itu, rutinitas skincare malam sangat penting untuk membantu mengembalikan kelembaban yang hilang sepanjang hari.
Menggunakan night cream dengan kandungan yang tepat dapat membantu memperkuat perlindungan antioksidan sekaligus mendukung proses perbaikan kulit saat tidur.
Hasilnya, kulit terasa lebih segar dan lembab ketika bangun di pagi hari.
Dengan menjaga pola hidrasi yang baik serta rutinitas skincare yang tepat, kulit tetap bisa terlihat sehat, segar, dan terawat sepanjang Ramadan, meskipun tubuh sedang menjalani puasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Esquireme.com