Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 20:15 WIB

Mengenal Cokaiba, Tradisi Topeng Setan di Halmahera Menyambut Perayaan Maulid Nabi

Mengenal Cokaiba, Tradisi Topeng Setan di Halmahera Menyambut Perayaan Maulid NabiCokaiba 

INDOZONE.ID - Di Maluku Utara, khususnya di wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, terdapat tradisi khas dalam merayakan Maulid Nabi, yaitu tradisi coka iba atau topeng setan. 

Atribut coka iba yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti tanah, angin, air, dan api melambangkan refleksi dari alam sebagai ungkapan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Tradisi ini mengandung makna bahwa jin dan setan pun merasakan kebahagiaan saat kelahiran Nabi Muhammad SAW di dunia.

Mereka yang ikut serta dalam tradisi ini mengenakan simbol-simbol seperti topeng, jubah, kebaya, serta membawa rotan untuk menyerupai jin, setan, dan makhluk gaib lainnya agar tidak dikenali. 

Baca juga: 7 Tradisi Unik Kemerdekaan di Berbagai Negara, Nggak Kalah Seru dari Indonesia!

Para pelaku tradisi ini biasanya terdiri dari pemimpin adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat. 

Perayaan tradisi ini dilaksanakan di berbagai tempat seperti pondok zikir, masjid, atau jalan-jalan desa dengan menggunakan atribut seperti rotan, kopiah, topeng, kostum, serta alat musik seperti tifa atau rebana. 

Tradisi ini umumnya dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 10 hingga 12 Rabiul Awal Hijriyah, atau dua hari sebelum Maulid Nabi.

Pasukan Cokaiba berjumlah 99, yang merupakan simbol dari 99 asmaul husna, terdiri dari empat jenis: Cokaiba Hate (yai), yang berarti kayu melambangkan api, menunjukkan bahwa Tuhan menciptakan makluk halus, seperti jin dan iblis, dari api. 

Baca juga: Deretan Negara Asia yang Rayakan Hari Kemerdekaan di Bulan Agustus Selain Indonesia

Cokaiba Hate (yai) terdiri dari tujuh pasukan, yang merupakan simbol dari tujuh surga, tujuh neraka, tujuh lapisan bumi, dan tujuh kapita yang ada di Weda, Patani, dan Maba (Gam Range). 

Cokaiba Gof (uleng), yang terdiri dari empat pasukan, melambangkan empat sahabat Nabi Muhammad SAW. Cokaiba Gof (uleng) berarti daun pandan, yang melambangkan bahwa manusia, terutama manusia, hidup karena karunia udara untuk bernapas dari Allah SWT. 

Cokaiba Iri Pala (gome) berarti pelepah pohon sagu, berjumlah 44 pasukan melambangan air yang memiliki makna bahwa air adalah komponen penting bagi hewan, tumbuh-tumbuhan dan khususnya bagi manusia untuk kelangsungan hidup. 

Surat pembuka dan induk Al-Qur'an, surat Al-Fatihah, terdiri dari 44 huruf di ayat ke-7 dan jumlah kata dalam setiap ayat yang diulang dalam surat Ar-Rahman, adalah Cokaiba Iri Pala (gome) dan Cokaiba Nok (pece/bitbot), yang masing-masing berjumlah 44 pasukan dan dilambangkan sebagai tanah, yang menunjukkan bahwa Tuhan menciptakan manusia dari tanah. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal: International Journal Of Multicultural And Multireligious Understanding

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Cokaiba, Tradisi Topeng Setan di Halmahera Menyambut Perayaan Maulid Nabi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!