Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 19:25 WIB

Kepala BGN Bongkar Menu Makan Bergizi Gratis Favorit Anak: Kalau di Tangsel Suka Lele

Kepala BGN Bongkar Menu Makan Bergizi Gratis Favorit Anak: Kalau di Tangsel Suka LeleKepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Indozone/Dewi)

INDOZONE.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membongkar menu favorit anak-anak yang dapat Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap daerah ternyata beda jenis makanan yang disukai anak-anak. 

BGN menunjuk ahli gizi untuk menentukan menu MBG yang layak dikonsumsi anak-anak. Selama pendistribusian MBG, menu di masing-masing daerah sangat beragam.

Baca juga: Prabowo Klaim Makan Bergizi Gratis Sukses, Tingkat Kehadiran dan Konsentrasi Siswa Meningkat

“Kami Badan Gizi hanya menetapkan standar komposisi gizi. Nah si ahli gizi ini harus menyusun menu berbasis potensi sumber daya lokal dan kesukaan masyarakat lokal.”

“Contoh ya, di Sukabumi anak-anak lebih suka telur dan ayam. Tapi paling favorit kalau sudah makan sapi. Karena mereka kan jarang sekali makan sapi. Di daerah jauh, tidak jauh-jauh, di Tangerang Selatan ternyata anak-anak lebih suka makan lele, ungkap Dadan usai acara Talkshow Potret 1 Tahun BGN dalam Perjalanan Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa dan Pameran Foto di ANTARA Heritage Center Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Kepala BGN Bongkar Menu Makan Bergizi Gratis Favorit Anak: Kalau di Tangsel Suka LeleIlustrasi Anak Kecil menyantap ikan lele goreng. (IStock/Herimardjinal)

Dadan menyebut, karena anak-anak suka lele maka di Tangerang Selatan alias Tangsel, permintaan pasokan menu ikan leleh lebih banyak dibandingkan telur. “Kemudian di daerah-daerah Indonesia Timur kan biasa makan ikan. Mereka akan banyaknya makan ikan,” kata Dadan lagi. 

Baca juga: Usulkan Adanya Program SPPG Guna Sebagai Pelengkap Program Makan Bergizi Gratis: Pemkab Pasaman Barat Gelar Rakor Dalam Hal Penentuan Lokasi

Harga Bahan Baku Per Menu

Dadan juga membeberkan berapa anggaran per menu MBG sekarang ini. Dia menjelaskan, ada tiga komponen dalam biaya makan menu ini. 

“Satu komponen bahan baku, dua komponen operasional, ketiga insentif,” katanya. 

Untuk bahan baku ini sifatnya at-cost, operasional at-cost berbasis penggunaan. Sebut saja, kalau di daerah Jawa secara umum Rp10.000. 

“Tapi di daerah-daerah dengan kemahalan tinggi, contohnya di Irian Jaya Rp60.000. Di Papua yang lain, kemarin ada yang Rp22.000 tidak cukup kita naikkan jadi Rp25.000. Jadi bahan baku ini sangat tergantung dari kemahalan daerah.”

“Tapi secara umum di Jawa Rp10.000 berlebih. Karena masak telur itu, kalau masak telur itu Rp6.500 cukup. Kalau masak ayam Rp8.000 cukup dengan kualitas yang bagus,” paparnya. 

Upaya Pemenuhan Gizi

Program MBG yang digagas pemerintah bukan sekadar upaya pemenuhan gizi, melainkan telah menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kepala BGN Bongkar Menu Makan Bergizi Gratis Favorit Anak: Kalau di Tangsel Suka Lele

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!