Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 14:35 WIB

7 Tradisi Kelahiran yang Justru Bisa Berikan Dampak Buruk untuk Bayi Newborn

7 Tradisi Kelahiran yang Justru Bisa Berikan Dampak Buruk untuk Bayi NewbornIlustrasi bayi baru lahir atau newborn sedang berjemur dan manfaatnya. (vilmec.com)

INDOZONE.ID - Indonesia memang salah satu negara yang kaya akan tradisi turun-temurun, termasuk ritual dan praktik seputar perawatan bayi baru lahir. 

Meskipun didorong oleh niat baik dan kepercayaan lokal, beberapa praktik tradisional ternyata berpotensi menimbulkan risiko kesehatan atau ketidaknyamanan bagi bayi newborn (0-28 hari) menurut panduan medis modern.

Penting bagi orang tua baru untuk menimbang tradisi dengan panduan kesehatan anak terkini.

Baca juga: Viral Panorama Unik di Jepang: Salju, Pasir dan Laut Bertemu dalam Satu Lanskap

1. Membedong Terlalu Kencang dan Lurus

Membedong (swaddling) adalah tradisi universal untuk menenangkan bayi karena menyerupai suasana rahim. Namun, cara membedong yang salah bisa berbahaya.

Membedong dengan meluruskan dan mengencangkan kaki dapat meningkatkan risiko Displasia Panggul (Hip Dysplasia). Bayi seharusnya bisa menekuk dan menggerakkan pinggulnya dengan bebas saat dibedong.

2. Pemberian Makanan/Cairan Pra-ASI

Ini adalah praktik memberikan makanan atau cairan lain (seperti madu, air putih, air gula, atau pisang yang dihaluskan) kepada bayi sebelum ASI eksklusif dimulai.

Hal tersebut justru berpotensi menghadirkan sejumlah risiko seperti mengurangi ASI ekslusif, risiko infeksi, hingga gangguan ginjal.

Baca juga: Viral Kisah Sang Ayah Tetap Kirim Uang ke Anak Meski Dilanda Bencana, Bikin Netizen Terharu

3. Mengolesi Pusar dengan Ramuan Tradisional

Setelah tali pusat lepas, beberapa tradisi mengharuskan mengolesi sisa pusar dengan ramuan tertentu (seperti kunyit, abu, atau pasta daun).

Ramuan non-steril dapat membawa bakteri. Pusar adalah pintu gerbang terbuka bagi infeksi. Mengoleskan apa pun selain cairan antiseptik yang direkomendasikan dokter dapat menyebabkan Omfalitis.

4. Menjemur Bayi Tanpa Pakaian di Tengah Hari

Menjemur bayi untuk mendapatkan Vitamin D adalah hal baik, tetapi lokasi dan waktunya harus tepat.

Kulit newborn sangat tipis dan sensitif. Sinar matahari di atas jam 9 pagi mengandung sinar UV yang kuat, yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan merusak kulit bayi (terbakar matahari).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

7 Tradisi Kelahiran yang Justru Bisa Berikan Dampak Buruk untuk Bayi Newborn

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!