Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 APRIL 2026 • 15:45 WIB

Ngaben di Bali: Bukan Sekedar Pembakaran Jenazah, Tapi Ada Makna Suci di Baliknya

Ngaben di Bali: Bukan Sekedar Pembakaran Jenazah, Tapi Ada Makna Suci di BaliknyaProsesi Ngaben di Bali (Pemkab Buleleng)

INDOZONE.ID - Suara gamelan bertalu-talu memecah suasana. Menara tinggi yang dihias megah diangkat beramai-ramai, diikuti arak-arakan panjang yang dipenuhi warga. Sekilas terlihat seperti festival, tetapi sebenarnya ini adalah salah satu ritual paling sakral di Bali, yaitu ngaben.

Bagi masyarakat Hindu Bali, ngaben bukan sekadar prosesi pelepasan jenazah. Lebih dari itu, ini adalah perjalanan spiritual penting untuk mengantarkan roh menuju alam berikutnya dengan tenang dan suci.

Apa Itu Ngaben? Lebih dari Sekadar Upacara Kematian

Ngaben dikenal sebagai upacara kremasi khas Bali yang bertujuan mengembalikan unsur tubuh manusia ke alam semesta. Namun, di balik itu, ada makna mendalam tentang siklus kehidupan.

Secara istilah, ngaben berkaitan dengan “bekal” untuk perjalanan roh. Sementara istilah lain seperti palebon merujuk pada proses tubuh yang kembali menjadi tanah atau debu.

Bagi umat Hindu di Bali, kematian bukan akhir, melainkan fase menuju kehidupan selanjutnya. Karena itu, roh perlu “dibersihkan” agar bisa kembali ke Sang Pencipta tanpa membawa beban duniawi.

Peran Api: Simbol Penyucian dan Jalan Pulang

Dalam ajaran Hindu, api dipercaya sebagai manifestasi Dewa Brahma sang pencipta. Maka dari itu, pembakaran dalam ngaben bukan sekadar proses fisik, tetapi juga spiritual.

Api diyakini mampu:

  • Membersihkan segala kekotoran pada jasad dan roh
  • Melepaskan keterikatan roh dari dunia
  • Membantu roh kembali ke asalnya

Proses ini sangat penting, karena jika roh terlalu lama “terjebak” dalam tubuh atau dunia manusia, ia dipercaya bisa mengalami penderitaan.

Baca juga: Perekat Persaudaraan: Makna Tradisi Ngayah Sebagai Bentuk Gotong Royong Masyarakat Bali

Konsep Tubuh dalam Kepercayaan Hindu Bali

Untuk memahami ngaben lebih dalam, ada konsep penting tentang struktur manusia menurut ajaran Hindu Bali, yaitu tiga lapisan:

  • Raga Sarira: tubuh fisik (yang terlihat)
  • Suksma Sarira: pikiran, perasaan, dan emosi
  • Antahkarana Sarira (Atma): roh atau jiwa sejati

Saat seseorang meninggal, tubuh fisik tidak lagi berfungsi. Namun, roh masih terikat oleh unsur nonfisik. Ngaben menjadi cara untuk “membebaskan” roh tersebut agar bisa kembali ke asalnya.

Panca Mahabhuta: Kembali ke Unsur Alam

Ngaben juga berkaitan erat dengan konsep panca mahabhuta, yaitu lima unsur pembentuk alam semesta:

  • Tanah (pertiwi)
  • Air (apah)
  • Api (teja)
  • Udara (bayu)
  • Ruang (akasa)

Melalui ngaben, tubuh manusia dikembalikan ke lima unsur tersebut. Inilah yang membuat prosesi ini dianggap sangat penting dan tidak bisa diabaikan.

Tahapan Prosesi Ngaben yang Penuh Makna

Persiapan oleh Warga Banjar
Ngaben bukan hanya urusan keluarga, tetapi juga komunitas. Seluruh warga banjar biasanya ikut membantu, mulai dari membuat perlengkapan hingga menyiapkan sesajen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Indonesiakaya.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ngaben di Bali: Bukan Sekedar Pembakaran Jenazah, Tapi Ada Makna Suci di Baliknya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!