Kamis, 07 AGUSTUS 2025 • 17:05 WIB

Mengenal Bonsai, Seni Hortikultura Asal Tiongkok Kuno yang Sudah Berusia Seribu Tahun

Author

Bonsai dari Kota Batu, Jawa Timur. (Hasan Syamsuri/IDZ Creators)

INDOZONE.ID - Istilah Bonsai mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Secara sekilas, Bonsai adalah sebutan untuk tanaman yang ditanam dalam pot kecil atau versi mini dari tanaman yang bentuk aslinya besar.

Bonsai bukanlah tanaman yang kerdil secara genetik. Faktanya, spesies pohon apa pun dapat digunakan untuk menanam Bonsai.

Dilansir dari bonsaiempire.com, kata “Bon-sai” (sering salah eja menjadi bonzai atau banzai) adalah istilah Jepang yang jika diterjemahkan secara harfiah berarti “ditanam dalam wadah”.

Bentuk seni ini berasal dari praktik hortikultura Tiongkok kuno, yang kemudian dikembangkan kembali di bawah pengaruh Buddhisme Zen Jepang.

Baca juga: Mengenal Jousting, Tradisi Seni Pertempuan Ekstrem Para Ksatria Barat dari Abad Pertengahan

Sudah ada selama lebih dari seribu tahun, tujuan akhir dari menanam bonsai adalah untuk menciptakan representasi alam yang mini namun realistis dalam bentuk pohon.

Meskipun kata 'Bon-sai' berasal dari Bahasa Jepang, seni yang digambarkannya berasal dari kekaisaran Tiongkok.

Pada tahun 700 M, orang Tiongkok telah memulai seni 'pun-sai' dengan menggunakan teknik khusus untuk menanam pohon kerdil dalam wadah.

Awalnya hanya kalangan elit masyarakat yang mempraktikkan 'pun-sai' dengan spesimen yang dikumpulkan dari pohon-pohon yang tersebar di seluruh Tiongkok sebagai hadiah mewah.

Baca juga: Tari Dames, Warisan Seni Spiritual Purbalingga yang Berusaha Bertahan Melintasi Zaman

Selama periode Kamakura, periode ketika Jepang mengadopsi sebagian besar ciri khas budaya Tiongkok, seni menanam pohon dalam wadah diperkenalkan ke Jepang.

Orang Jepang mengembangkan Bonsai dengan cara tertentu karena pengaruh Buddhisme Zen.

Pada tahun 1604, terdapat deskripsi dalam Bahasa Spanyol tentang bagaimana imigran Tiongkok di kepulauan tropis Filipina menanam Pohon Ficus kecil di atas karang seukuran tangan.

Sedangkan pengamatan paling awal yang diketahui di Inggris terhadap pohon-pohon kerdil dalam pot (root-over-rock in a pan) di Tiongkok/Macau dicatat pada tahun 1637.

Lusinan pelancong juga memasukkan beberapa penyebutan pohon kerdil dalam laporan mereka dari Jepang atau Tiongkok.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bonsaiempire.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU