Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 10:40 WIB

Tanamkan Semangat Kebangsaan, GBN 2025 SD Perguruan Cikini Angkat Pesona Sumatera Utara

Author

Gebyar Budaya Nusantara (GBN) 2025 SD Perguruan Cikini yang mengangkat tema Pesona Sumatera Utara. (Ist)

INDOZONE.ID - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, SD Perguruan Cikini kembali menggelar acara tahunan Gebyar Budaya Nusantara (GBN) yang ke-17 dengan tema besar “Jadikan Kebudayaan Daerah sebagai Tuan Rumah di Negeri Sendiri” dan subtema “Pesona Budaya Sumatera Utara.”

Acara yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2025, di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, ini menjadi ajang bagi para siswa untuk mengenal dan merasakan langsung kekayaan budaya nusantara, khususnya dari Provinsi Sumatera Utara.

Wakil Kepala Sekolah SD Perguruan Cikini, Agus Suhara, menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan GBN adalah untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang keberagaman budaya Indonesia, sekaligus menanamkan semangat kebangsaan sejak dini.

“Melalui GBN, kami ingin siswa belajar mencintai kebudayaan bangsa dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya melihat, tapi ikut berpartisipasi dan merasakan bagaimana budaya Indonesia hidup di tengah mereka,” ujar Agus.

Anggota Badan Pengurus Harian Orang Tua Murid SD Perguruan Cikini, Kiki Fajriah menambahkan, acara kolaborasi sekolah dan orang tua murid ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal.

Baca juga: Rayakan Semangat Budaya Indonesia Lewat “Festival Batik Nusantara 2025” di Car Free Day Jakarta

“Kami ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri dan menjadikannya bagian dari kehidupan anak-anak sehari-hari,” katanya.

Rangkaian Acara: Dari Film hingga Festival Kuliner

Perayaan dua hari ini diawali dengan pemutaran film dokumenter tentang kebudayaan Sumatera Utara, diikuti festival permainan tradisional seperti Marakkat Singa, Famaikara, Mardangur Goje, dan Marsipatu Hoda.

Puncak acara pada hari kedua berlangsung meriah dengan seluruh siswa, guru, dan orang tua mengenakan pakaian adat Sumatera Utara.

Alunan musik tradisional mengiringi arak-arakan Gotilon (upacara panen masyarakat Batak), serta tari-tarian khas Sumatera Utara.

Berbagai stand kuliner menghadirkan penganan khas Sumatera Utara, seperti Mie Sop Nias, Pohul-pohul, Mie Gomak, Roti Jala, Sambal Tuktuk, Lapet Kipang, Jus Martabe, hingga Teh Gambir.

Gebyar Budaya Nusantara (GBN) 2025 SD Perguruan Cikini yang mengangkat tema Pesona Sumatera Utara. (Ist)

Puncak acara ditutup dengan pemilihan Jaka dan Dara Sumatera Utara, di mana para peserta tampil mengenakan busana adat dari berbagai suku di Sumatera Utara.

Tak hanya guru dan siswa, serta orang tua murid, sejumlah tokoh turut hadir memeriahkan acara ini.

Maria Calista Pasaribu, penyanyi sekaligus juara Mamamia Season 2 Indosiar, hadir sebagai MC dan pengisi acara, membawakan lagu-lagu Batak.

Roy Oloan Manurung, Ketua Bidang Adat dan Budaya DPD Jabodetabek Patambor Indonesia, hadir sebagai dewan juri.

Baca juga: 6 Keistimewaan Tari Tortor dalam Tatanan Budaya Batak Sumatera Utara

Ada juga Wakil Ketua Penasehat DPP Patambor, J. Gogo Manurung, yang hadir sebagai juri tamu.

Selain itu, Dhita Barus, penyanyi nasional, juga tampil sebagai juri dan pengisi acara.

Sumatera Utara Jadi Tema Pilihan 2025

Tahun ini, Sumatera Utara dipilih karena provinsi tersebut belum pernah menjadi tema GBN sebelumnya. Selain itu, daerah ini memiliki keragaman budaya yang luar biasa, mulai dari suku, adat istiadat, hingga kesenian.

“Kebudayaan Sumatera Utara sangat kaya dan menarik. Kami ingin anak-anak mengenal lebih dalam tentang nilai-nilai luhur yang ada di sana,” ujar Ketua Pelaksana GBN.

Melalui Gebyar Budaya Nusantara, SD Perguruan Cikini ingin memperkuat identitas kebangsaan di kalangan siswa. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pendidikan karakter berbasis budaya, di mana anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengalami langsung nilai-nilai gotong royong, persatuan, dan kebhinekaan.

Dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, GBN tahun 2025 menjadi wujud nyata komitmen SD Perguruan Cikini dalam melestarikan budaya nusantara dan menumbuhkan generasi muda yang mencintai tanah air melalui seni dan tradisi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU