INDOZONE.ID - Indonesia memang salah satu negara yang kaya akan tradisi turun-temurun, termasuk ritual dan praktik seputar perawatan bayi baru lahir.
Meskipun didorong oleh niat baik dan kepercayaan lokal, beberapa praktik tradisional ternyata berpotensi menimbulkan risiko kesehatan atau ketidaknyamanan bagi bayi newborn (0-28 hari) menurut panduan medis modern.
Penting bagi orang tua baru untuk menimbang tradisi dengan panduan kesehatan anak terkini.
Baca juga: Viral Panorama Unik di Jepang: Salju, Pasir dan Laut Bertemu dalam Satu Lanskap
1. Membedong Terlalu Kencang dan Lurus
Membedong (swaddling) adalah tradisi universal untuk menenangkan bayi karena menyerupai suasana rahim. Namun, cara membedong yang salah bisa berbahaya.
Membedong dengan meluruskan dan mengencangkan kaki dapat meningkatkan risiko Displasia Panggul (Hip Dysplasia). Bayi seharusnya bisa menekuk dan menggerakkan pinggulnya dengan bebas saat dibedong.
2. Pemberian Makanan/Cairan Pra-ASI
Ini adalah praktik memberikan makanan atau cairan lain (seperti madu, air putih, air gula, atau pisang yang dihaluskan) kepada bayi sebelum ASI eksklusif dimulai.
Hal tersebut justru berpotensi menghadirkan sejumlah risiko seperti mengurangi ASI ekslusif, risiko infeksi, hingga gangguan ginjal.
Baca juga: Viral Kisah Sang Ayah Tetap Kirim Uang ke Anak Meski Dilanda Bencana, Bikin Netizen Terharu
3. Mengolesi Pusar dengan Ramuan Tradisional
Setelah tali pusat lepas, beberapa tradisi mengharuskan mengolesi sisa pusar dengan ramuan tertentu (seperti kunyit, abu, atau pasta daun).
Ramuan non-steril dapat membawa bakteri. Pusar adalah pintu gerbang terbuka bagi infeksi. Mengoleskan apa pun selain cairan antiseptik yang direkomendasikan dokter dapat menyebabkan Omfalitis.
4. Menjemur Bayi Tanpa Pakaian di Tengah Hari
Menjemur bayi untuk mendapatkan Vitamin D adalah hal baik, tetapi lokasi dan waktunya harus tepat.
Kulit newborn sangat tipis dan sensitif. Sinar matahari di atas jam 9 pagi mengandung sinar UV yang kuat, yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan merusak kulit bayi (terbakar matahari).
5. Mengurut atau Memijat Bayi Terlalu Keras
Pijat bayi modern memiliki banyak manfaat, namun pijatan tradisional terkadang melibatkan urutan yang terlalu keras.
Tulang dan sendi bayi sangat lunak dan rentan. Urutan yang terlalu keras dapat menyebabkan cedera serius, pergeseran sendi, atau bahkan memicu pendarahan dalam (khususnya pada kepala).
6. Menggunakan Gurita atau Stagen Terlalu Ketat
Gurita atau stagen adalah kain pengikat yang digunakan di perut bayi.
Ikatan yang terlalu ketat dapat menekan perut, menyebabkan gangguan pernapasan (bayi bernapas menggunakan diafragma), dan mengganggu proses pencernaan. Pusar bodong sendiri biasanya sembuh tanpa diikat.
7. Memberi Bantal Kepala Berisi Beras atau Biji-bijian
Menggunakan bantal yang diisi biji-bijian (seperti beras atau kacang-kacangan) untuk membentuk kepala bayi agar bulat sempurna.
Bantal empuk dan benda padat (biji-bijian) yang diletakkan di dekat kepala bayi sangat berisiko menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome), karena berpotensi menutupi hidung dan mulut bayi.
Semua tradisi diwariskan dengan cinta, namun orang tua modern perlu memilih mana yang masih relevan dan mana yang harus ditinggalkan demi keselamatan dan kesehatan si kecil. Selalu utamakan saran dari tenaga medis profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan