Senin, 06 APRIL 2026 • 11:00 WIB

Dussehra: Festival Api dengan Cerita Epic, Tradisi Unik, dan Fakta Menariknya

Author

Dussehra Festival (Britannica)

INDOZONE.ID - Dussehra bukan cuma festival penuh warna dan kembang api. Di balik kemeriahannya, tersimpan kisah epik, sejarah panjang, dan filosofi kuat tentang kemenangan kebaikan atas kejahatan yang masih relevan hingga sekarang.

Dirayakan oleh jutaan umat Hindu di India hingga berbagai belahan dunia, Dussehra selalu berhasil mencuri perhatian, baik dari sisi budaya, spiritual, maupun visualnya yang spektakuler.

Awal Mula: Penutup Festival Suci Navratri

Dussehra menjadi puncak dari Navratri, perayaan sembilan malam yang didedikasikan untuk menghormati Dewi Durga dan kekuatan feminin ilahi.

Secara etimologi, “Dussehra” berasal dari kata Sanskerta “dasha” (sepuluh) dan “hara” (mengalahkan), yang menggambarkan momen runtuhnya kekuatan jahat yang diwakili oleh sosok berkepala sepuluh.

Festival ini biasanya jatuh pada hari ke-10 bulan Ashvina (sekitar September–Oktober), mengikuti kalender lunar Hindu. Karena sistem kalender bulan tidak selalu selaras dengan kalender Masehi, durasi Navratri bisa sedikit berubah, bahkan kadang hanya berlangsung delapan hari sebelum Dussehra tiba.

Baca juga: 9 Hari Penuh Keajaiban! Rahasia di Balik Durga Puja dan Navratri yang Memiliki Makna Mendalam

Kisah Legendaris: Perang Besar dalam Ramayana

Akar utama Dussehra berasal dari epos legendaris Ramayana. Dalam cerita ini, Ravana menculik Sita, yang memicu peperangan besar.

Rama yang juga dipercaya sebagai inkarnasi Dewa Wisnu, berjuang menyelamatkan Sita dengan bantuan Lakshmana, Hanuman, serta pasukan kera (vanara). Setelah pertempuran panjang dan penuh strategi, Rama akhirnya mengalahkan Ravana menggunakan senjata sakti Brahmastra.

Kemenangan ini bukan sekadar akhir dari peperangan, tetapi simbol bahwa kebenaran, kesetiaan, dan keberanian akan selalu menang melawan keserakahan dan kejahatan.

Tradisi Ikonik: Ravana Dahan yang Spektakuler

Salah satu momen paling ditunggu saat Dussehra adalah “Ravana dahan”, yaitu ritual pembakaran patung raksasa Ravana.

Patung ini biasanya dibuat setinggi puluhan meter dan diisi dengan kembang api. Saat malam tiba, patung tersebut dibakar di tengah keramaian, menciptakan pertunjukan visual yang dramatis sekaligus penuh makna.

Tradisi ini melambangkan kehancuran kejahatan dan menjadi pengingat bahwa sekuat apa pun keburukan, pada akhirnya akan runtuh.

Ragam Tradisi di Berbagai Wilayah

Menariknya, Dussehra tidak dirayakan dengan cara yang sama di setiap daerah. Justru, keberagaman tradisi inilah yang membuat festival ini semakin kaya secara budaya.

India Utara dan Barat

Perayaan diramaikan dengan Ramlila, yaitu pertunjukan teater rakyat yang mengisahkan perjalanan Rama. Acara ini biasanya berlangsung berhari-hari dan berakhir dengan adegan klimaks: kekalahan Ravana dan pembakaran patungnya.

Kullu, Himachal Pradesh

Di wilayah ini, Dussehra dirayakan tanpa pembakaran patung. Sebagai gantinya, masyarakat menggelar arak-arakan dewa lokal dan memuliakan Raghunath. Festival berlangsung hingga seminggu dengan nuansa yang lebih sakral.

Baca juga: Fakta Mengejutkan di Balik Ganesh Chaturthi yang Jarang Diketahui

India Selatan

Dussehra identik dengan tradisi Navratri Golu, yaitu penyusunan boneka dan patung dewa di atas panggung bertingkat. Selain itu, ada juga Ayudha Puja, ritual penghormatan terhadap alat kerja, senjata, dan simbol pengetahuan.

Terhubung dengan Kisah Dewi Durga

Selain kisah Rama, Dussehra juga berkaitan erat dengan Vijayadashami, yang menandai kemenangan Dewi Durga atas Mahishasura, sosok iblis berbentuk kerbau.

Karena itu, Dussehra dan Vijayadashami sering dianggap sebagai perayaan yang sama, dengan pesan utama yang identik: kemenangan kebaikan atas kejahatan dalam berbagai bentuk.

Awal Menuju Diwali

Menariknya, Dussehra juga menjadi penanda dimulainya persiapan menuju Diwali, yang dirayakan sekitar 20 hari setelahnya.

Diwali memperingati kepulangan Rama ke Ayodhya setelah mengalahkan Ravana, momen yang disambut dengan cahaya lampu sebagai simbol harapan dan kemenangan.

Makna yang Tetap Relevan

Di balik semua kemeriahan, Dussehra membawa pesan yang sederhana tetapi kuat:

“Bahwa kebaikan, keberanian, dan nilai kebenaran akan selalu menemukan jalannya untuk menang.”

Di era modern yang penuh tantangan, filosofi ini terasa semakin relevan, menjadikan Dussehra bukan sekadar festival tahunan, tetapi juga refleksi hidup yang bermakna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU