Ilustrasi Ganesh Chaturthi (Freepik)
INDOZONE.ID - Festival meriah, penuh warna, dan selalu sukses bikin suasana jadi hidup, itulah Ganesh Chaturthi. Perayaan ini bukan cuma soal patung dewa dan arak-arakan, tapi juga menyimpan cerita panjang tentang persatuan, perjuangan, dan harapan baru.
Digelar selama 10 hari, festival ini merayakan kelahiran Dewa Ganesha, sosok yang dikenal sebagai penghilang rintangan sekaligus pembawa keberuntungan. Nggak heran kalau banyak orang menjadikannya simbol awal baru dalam hidup.
Awalnya, Ganesh Chaturthi cuma dirayakan secara sederhana di rumah. Tapi semuanya berubah berkat sosok Bal Gangadhar Tilak di akhir abad ke-19.
Di masa penjajahan Inggris, masyarakat India sulit berkumpul karena diawasi ketat. Tilak punya ide cerdas: mengubah festival ini jadi perayaan publik.
Hasilnya? Satu kota jadi hidup. Patung-patung besar Ganesha dipajang di ruang terbuka, orang-orang berkumpul, bernyanyi, bahkan diam-diam membahas kemerdekaan.
Festival ini jadi “kedok” untuk menyatukan rakyat dari berbagai latar belakang. Tanpa disadari penjajah, semangat nasionalisme pun ikut tumbuh di tengah perayaan.
Baca juga: Festival Holi: Dari Cerita Dewa hingga Tradisi Lempar Warna yang Mendunia
Ganesh Chaturthi bukan cuma soal ritual, tapi juga filosofi hidup.
Dewa Ganesha dipercaya sebagai:
Makna paling dalam terlihat saat prosesi Ganesh Visarjan. Di momen ini, patung Ganesha dilarung ke air sebagai simbol bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara.
Ada satu kalimat khas yang selalu terdengar:
“Ganpati Bappa Morya, sampai jumpa tahun depan!”
Sebuah perpisahan yang penuh harapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: 5sensestours.com