Rabu, 15 JULI 2026 • 14:35 WIB

Pesta Adat Toben Lewo, Ritual Masyarakat Wotan Ulumado untuk Menghindari Malapetaka

Author

Masyarakat Wotan Ulumado dalam Tarian Sole Oha Pesta Adat Toben Lewo. (Jeng Aletha)

INDOZONE.ID - Pesta adat Toben Lewo atau “membangkitkan kampung” merupakan salah satu warisan budaya leluhur yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur

Tradisi ini dilakukan setiap tahun sekali setelah masa panen, yang melibatkan tokoh adat dan seluruh masyarakat. 

Pesta adat ini digelar untuk melestarikan warisan budaya leluhur, mempererat persatuan masyarakat, meminta perlindungan, membangun hubungan dengan leluhur, alam semesta serta Tuhan (Ama Rera Wulan, Ina Tanah Ekan) sekaligus sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang diperoleh. 

Tradisi ini dilakukan melalui berbagai tahapan ritual yang dipimpin oleh Tuan Tanah (Bele Raya) bersama para pemangku adat (Kepitan pito, Pegawe lema).

Baca juga: 7 Faktor Pendorong Terjadinya Integrasi Sosial dalam Masyarakat

Prosesi ini dilakukan secara bersama-sama mulai pada malam hari hingga keesokan paginya. 

Pada malam harinya, masyarakat megikuti berbagai tahapan ritual, seperti makan bersama antara Tuan Tanah dan pemangku adat, dilanjutkan dengan tarian hedung dan tarian sole oha. 

Sepanjang malam, para tokoh adat dan masyarakat ada dalam tarian sole oha sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang kisah hidup para leluhur.

Memasuki pagi hari, rangkaian ritual dilanjutkan dengan prosesi Goleng Lewo (keliling kampung) dan Gemoka Lewo (memanggil kampung). 

Baca juga: Mengenal Filosofi Hygge di Denmark: Rahasia Hidup Bahagia dengan Menikmati Momen Kecil

Menurut Gregoryus, salah seorang pemangku adat mengatakan, kedua ritual ini sebagai simbol permohonan perlindungan bagi kampung halaman (lewotanah) dan masyarakat (ribu ratu) agar terhindar dari berbagai malapetaka untuk memperoleh keselamatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU