Jordan Brand (soleretriever.com)
INDOZONE.ID - Lini sepatu Air Jordan bukan lagi sekadar perlengkapan olahraga biasa di atas lapangan basket, melainkan telah bermutasi menjadi simbol budaya pop global yang sangat masif.
Kolaborasi legendaris antara Nike dan Michael Jordan sejak dekade 1980-an berhasil mengubah cara pandang dunia terhadap sebuah alas kaki kasual.
Kehadiran setiap serinya selalu dinantikan oleh para kolektor dan pencinta mode di seluruh penjuru dunia.
Dari puluhan model yang telah dirilis ke pasaran, terdapat lima siluet legendaris yang memiliki nilai sejarah dan pengaruh paling mendalam di dunia streetwear.
Baca juga: Populer Sejak Zaman Belanda, Cuka Apel Kini Disukai Gen Z, Apa Khasiatnya?
Kelima sepatu ini tidak hanya menawarkan kenyamanan optimal, tetapi juga menyimpan narasi unik tentang kejayaan karier sang bintang basket di NBA.
Setiap lekukan desainnya merepresentasikan inovasi teknologi dan keberanian mendobrak tren mode pada zamannya.
Siluet pertama yang wajib masuk ke dalam daftar ini adalah Air Jordan 1 Retro High OG yang dirilis pertama kali pada tahun 1985.
Sepatu masterpiis hasil rancangan desainer Peter Moore ini menjadi batu penjuru utama dari berdirinya imperium Jordan Brand hingga hari ini.
Baca juga: Berapa Kali Foto dalam 1 Sesi Photoshoot? Ini Penjelasannya
Desain kerah tingginya yang ikonis berpadu sempurna dengan logo Swoosh klasik khas Nike serta logo Wings tradisional di bagian pergelangan kaki.
Sepatu ini juga terkenal dengan kisah kontroversial warna Bred (Black and Red) yang sempat dilarang oleh pihak NBA karena dianggap melanggar aturan keseragaman seragam tim.
Michael Jordan tetap nekat memakainya di lapangan, sebuah aksi pemberontakan yang justru melambungkan popularitas sepatu ini di kalangan anak muda secara instan.
Baca juga: Tampilan Meja Keramik 5 Meter Tanpa Sambungan di Keramika 2026 Pecahkan Rekor MURI Curi Perhatian
Hingga detik ini, Air Jordan 1 tetap menjadi salah satu sepatu yang paling dicari dan memiliki nilai investasi tinggi di pasar resale.
Melompat ke seri berikutnya, Air Jordan 3 Retro hadir sebagai penyelamat hubungan kerja sama antara Michael Jordan dan Nike yang sempat merenggang.
Siluet ini merupakan mahakarya pertama dari perancang legendaris Tinker Hatfield yang memperkenalkan beberapa elemen desain revolusioner. Melalui seri ketiga ini, dunia untuk pertama kalinya melihat logo Jumpman ikonis menggantikan logo Swoosh di bagian lidah sepatu.
Selain logo baru, Air Jordan 3 juga menjadi pelopor penggunaan motif kulit gajah (elephant print) yang eksotis di bagian depan dan belakang sepatu.
Hatfield juga dengan berani mengekspos teknologi bantalan udara Visible Air di bagian tumit luar demi kenyamanan maksimal.
Kombinasi estetika mewah dan kenyamanan tangguh ini sukses membuat Michael Jordan jatuh cinta dan memilih bertahan bersama Nike.
Masih buah pikiran dari Tinker Hatfield, Air Jordan 4 Retro yang meluncur pada tahun 1989 membawa pendekatan desain yang lebih bernapas modern dan taktis.
Sepatu ini memperkenalkan material jaring nilon (mesh) pada panel samping demi meningkatkan sirkulasi udara di dalam kaki saat bergerak aktif.
Penambahan sistem pengikat tali bermodel sayap plastik kustom juga memberikan kuncian pergelangan kaki yang jauh lebih kokoh dari seri pendahulunya.
Air Jordan 4 mendapatkan tempat spesial di hati para penggemar setelah momen ikonis "The Shot" saat Jordan mencetak poin kemenangan dramatis melawan Cleveland Cavaliers.
Popularitasnya semakin tidak terbendung setelah sepatu ini muncul dalam film layar lebar kultural garapan Spike Lee yang berjudul Do the Right Thing.
Elemen budaya urban yang melekat kuat membuat seri keempat ini selalu ludes terjual dalam hitungan menit setiap kali dirilis ulang.
Sering kali disebut sebagai mahakarya terbaik sepanjang masa, Air Jordan 11 Retro tampil mendobrak batas dengan menggabungkan performa olahraga dan kemewahan formal.
Tinker Hatfield menggunakan material kulit mengkilap (patent leather) pada bagian pelindung utama untuk memberikan kesan glamor yang belum pernah ada sebelumnya.
Keputusan berani ini membuat Air Jordan 11 menjadi sepatu basket pertama yang dinilai sangat cocok dipadukan dengan setelan jas formal atau tuxedo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Darveys.com