Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 28 APRIL 2025 • 14:52 WIB

Potret Cantik Perempuan Berkebaya dari Lintas Generasi, Maya Miranda Ambarsari hingga Karina Manthovani

 

Potret Cantik Perempuan Berkebaya dari Lintas Generasi, Maya Miranda Ambarsari hingga Karina ManthovaniPerempuan Berkebaya Lintas Generasi. (Indozone)

INDOZONE.ID - Kebaya menjadi busana Nasional wanita yang digunakan perempuan lintas generasi. Begitu juga para desainer serta ilustrator muda yang mendesain kebaya cantik untuk dikenakan.

Sebuah fashion show kolaboratif lahir dari Desainer Kebaya Jeng Sri Liesna Subianto dan ilustrator muda dari 3 Saudari yang masih berusia 18 tahun, yakni Nadira Parsa Manthovani (Nara).

Pagelaran fashion show ini juga digagas oleh sejumlah tokoh perempuan inspiratif. Seperti Maya Miranda Ambarsari (Womenpreneur, Sociopreneur, dan pemilik Rumah Belajar Miranda), Yanti Subianto (Pemilik Warung Turki), perkumpulan Srikandi Mixed Marriages bersama Chairwoman Srikandi Ani Natalia.

Termasuk perempuan muda inspiratif dari 3 Saudari yang berperan aktif mewakili semangat Kartini Masa Kini yakni Cahaya Manthovani seorang sociopreneur muda dan Karina Alya Manthovani yang aktif dalam dunia modeling.

Para perempuan inspiratif ini berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari komunitas perkawinan campur Srikandi, sociopreneur muda, desainer, pelajar, hingga pelaku usaha kreatif.

Nara menampilkan tujuh karakter perempuan dari budaya Betawi, Jawa, Bali, Sumatera Barat, Dayak, Tionghoa, dan Papua dalam bentuk ilustrasi patchwork, yang kemudian diaplikasikan Liesna ke dalam desain kebaya modern.

"Ilustrasi saya terinspirasi dari keragaman budaya Indonesia. Aku ingin generasi muda lebih bangga dengan budaya sendiri, bukan hanya terpesona budaya luar," tutur Nara, dalam acara Perempuan Berkarya: Lintas Generasi dan Budaya di Warung Turki Jakarta.

Baca Juga: Detail Kebaya Lamaran Harris Vriza dan Haviza Devi Anjani, Bernuansa Pink dengan Bordiran Kucing

Dalam membuat desain ini, Nara menghabiskan 3–5 jam untuk setiap ilustrasi. Namun semua tergantung tingkat detailnya dari masing-masing looks.

Setiap koleksi menggunakan bahan katun, lukisan tangan akrilik bertema bunga, serta perpaduan kain tradisional seperti Batik Cirebon, Jawa, Jambi, hingga Bali, menciptakan interpretasi segar terhadap kebaya klasik: modern, dinamis, dan berjiwa muda. Hasilnya adalah interpretasi segar kebaya klasik yang modern, dinamis, dan berjiwa muda.

Sang Desainer, Liesna Subianto menjelaskan, ada tujuh looks kebaya yang ditampilkan dengan mengusung model kutubaru dan kartinian, dua gaya klasik yang dipadukan dengan warna-warna cerah dan corak ilustrasi berani.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mendekatkan generasi muda dengan kekayaan budaya Nusantara.

“Saya ingin generasi muda merasa bahwa budaya tradisional bisa dihidupkan kembali dengan gaya yang lebih ringan, lebih bebas, tapi tetap bermakna," ujar Liesna, yang juga dosen desain di ESMOD Jakarta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Potret Cantik Perempuan Berkebaya dari Lintas Generasi, Maya Miranda Ambarsari hingga Karina Manthovani

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!