Ilustrasi obat diet. (Freepik)
INDOZONE.ID - Di tengah gempuran produk penurun berat badan yang menjanjikan hasil instan, banyak orang tergoda untuk mencoba pil atau kapsul diet. Namun, apakah metode ini aman dan efektif?
Berikut penjelasan ahli gizi Anisa Nurul Syafitri, S.Gz yang ditemui Indozone di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, mengenai hal tersebut.
Menurut Anisa, sebagian besar obat diet yang beredar di pasaran, terutama yang menyebabkan efek pencahar (sering buang air besar), tidak bekerja untuk membakar lemak.
"Obat penurunan berat badan itu kan obat pencahar ya, yang memberikan efek melilit, biar fesesnya keluar. Sebenarnya yang keluar itu bukanlah lemak, tapi memang sampah dari limbah makanan," jelas Anisa.
Baca juga: Wanti-wanti BPOM Soal Obat Diet Tanpa Resep Dokter, Efeknya Enggak Main-main!
Artinya, berat badan turun bukan karena lemak yang terbakar, melainkan tubuh kehilangan cairan dan sisa makanan.
Anisa memberikan peringatan keras mengenai bahaya jangka panjang penggunaan obat diet bagi tubuh.
"Makanya nggak disarankan juga, dan kalau jangka panjang bisa merusak jantung," tegasnya.
Kerusakan organ vital seperti jantung adalah risiko serius yang tidak sebanding dengan penurunan berat badan yang palsu.
Lalu, apa solusi untuk menurunkan berat badan dengan aman dan efektif? Anisa menegaskan kuncinta sangat sederhana, yakni pola hidup sehat.
"Jadi lebih baik turun berat badan itu dari pola hidup yang sehat aja gitu, kayak olahraga. Kuncinya cuma dua kok, pokoknya makan sama olahraga," ungkapnya.
Bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, kuncinya cukuo defisit kalori yang diimbangi dengan aktivitas fisik.
Ahli gizi Anisa Nurul Syafitri, S.Gz. (INDOZONE/Putri Octapia Saragih)
Baca juga: Ini Kata Ahli Gizi Soal Obat Diet, Bisa Sebabkan Ganggu Saluran Cerna
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung