Ilustrasi kebiasaan mendengarkan musik yang sama berulang kali. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu lagi bener-bener galau, terus tanpa sadar playlist kamu tiba-tiba penuh sama lagu-lagu sedih? Padahal, kalau dipikir-pikir, mestinya kamu pilih lagu yang “semangat aja” biar mood naik, kan? Tapi anehnya, hati kita justru lebih suka dengerin lagu mellow, penuh melodi sendu dan lirik patah hati.
Nah, kenapa sih kita bisa begitu? Yuk, kita kupas alasannya satu per satu!
Baca juga: Ketika Keceriaan Bertemu Kesedihan: Fenomena Mendengarkan Lagu Sedih Saat Bahagia
Saat lagi galau, pikiran pasti berantakan dan penuh drama. Nah, lagu sedih bisa jadi pelampiasan untuk “menangis lewat musik.” Kamu nggak harus nangis beneran, tapi bisa ngelepas semua emosi terpendam lewat suara dan lirik lagu.
Dalam psikologi ini disebut catharsis, proses melepaskan perasaan negatif supaya nggak menumpuk dan bikin stres.
Menurut riset berjudul “Sad Music as a Means for Acceptance-Based Coping”, orang yang mendengarkan lagu sedih saat susah justru merasa musik itu membantu mereka menerima keadaan, bukan malah memperparah kesedihan. Jadi, bisa dibilang lagu sedih adalah sahabat terbaik buat kamu yang lagi galau!
Uniknya, dengerin lagu sedih itu nggak cuma bikin kita sedih, tapi juga menghadirkan campuran emosi yang kompleks, seperti rindu, nostalgia, bahkan rasa damai.
Studi dari Jepang menunjukkan bahwa saat seseorang mendengarkan musik sedih, mereka sadar lagu itu tragis, tapi perasaannya justru lebih romantis dan melankolis, semacam “sedih tapi tenang.”
Makanya, meski temanya tentang patah hati, musik sedih bisa terasa indah dan menyentuh. Ia bikin kita merasa terhubung dan “dianggap” oleh lagu itu sendiri.
Ilustrasi mendengarkan lagu galau. (Pexels/Andrea Piacquadio)
Penelitian dari IIT Mandi, India, menggunakan EEG untuk melihat aktivitas otak saat orang mengingat momen sedih dan saat mendengarkan musik sedih.
Hasilnya, saat mengingat kejadian sedih, gelombang gamma otak meningkat. Tapi ketika mendengarkan musik sedih, justru gelombang alfa yang naik terutama di area otak yang mengatur emosi dan memori.
Artinya, musik sedih membantu otak “merapikan” perasaan dan kenangan tanpa bikin stres. Jadi, bisa dibilang musik sedih itu semacam terapi alami buat hati dan pikiran.
Lirik lagu sedih kadang terasa sangat personal, seolah sedang menceritakan kisah hidup kita sendiri. Saat penyanyi bernyanyi tentang kehilangan, rindu, atau patah hati, rasanya kayak ada yang benar-benar memahami perasaan itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Forbes.com, Time Of India, Sciencealert.com