Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 16:15 WIB

Bahaya Mikroplastik yang Terdeteksi dalam Air Hujan Jakarta untuk Kesehatan Sehari-hari

Bahaya Mikroplastik yang Terdeteksi dalam Air Hujan Jakarta untuk Kesehatan Sehari-hariIlustrasi mandi hujan (Pixabay/skynesher)

INDOZONE.ID - Viral sebuah berita yang menyebut bahwa air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik. Kabar ini muncul setelah studi dari Badan Riset Inovasi Nasional alias BRIN.

Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova menjelaskan penelitian yang dilakukan sejak 2022 menunjukkan adanya mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di ibu kota. Semua terbentuk dari degradasi limbah plastik melayang di udara akibat aktivitas manusia.

"Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka," kata Reza.

Ia memaparkan mikroplastik yang ditemukan umumnya berbentuk serat sintetis dan fragmen kecil plastik, terutama polimer seperti poliester, nilon, polietilena, polipropilena, hingga polibutadiena dari ban kendaraan.

Rata-rata, lanjut dia, peneliti menemukan sekitar 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari pada sampel hujan di kawasan pesisir Jakarta.

Baca juga: Mikroplastik Terdeteksi dalam Air Hujan di Jakarta: Peringatan untuk Kesehatan dan Lingkungan

Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi?

Menurut Reza, fenomena ini terjadi karena siklus plastik kini telah menjangkau atmosfer. Mikroplastik dapat terangkat ke udara melalui debu jalanan, asap pembakaran, dan aktivitas industri, kemudian terbawa angin dan turun kembali bersama hujan, yang dikenal dengan istilah atmospheric microplastic deposition.

"Siklus plastik tidak berhenti di laut. Ia naik ke langit, berkeliling bersama angin, lalu turun lagi ke bumi lewat hujan," ujarnya.

Baca juga:  Waduh! Air Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi?

Bahaya Mikroplastik

Reza menilai temuan ini menimbulkan kekhawatiran karena partikel mikroplastik berukuran sangat kecil, bahkan lebih halus dari debu biasa, sehingga dapat terhirup manusia atau masuk ke tubuh melalui air dan makanan.

"Yang beracun bukan air hujannya, tetapi partikel mikroplastik di dalamnya karena mengandung bahan kimia aditif atau menyerap polutan lain," lanjut dia menegaskan.

Meski penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan, studi global menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat menimbulkan dampak kesehatan serius, seperti stres oksidatif, gangguan hormon, hingga kerusakan jaringan.

Dari sisi lingkungan, air hujan yang mengandung mikroplastik berpotensi mencemari sumber air permukaan dan laut, yang akhirnya masuk ke rantai makanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bahaya Mikroplastik yang Terdeteksi dalam Air Hujan Jakarta untuk Kesehatan Sehari-hari

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!