Ilustrasi usus tidak sehat (Pixabay/Anastasia Gepp)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa tubuh mudah lelah, sulit fokus, atau sering alami gangguan kulit tanpa tahu penyebab pastinya? Bisa jadi, akar masalahnya bukan di tempat yang kamu duga.
Banyak penelitian dan pengalaman klinis menunjukkan, hampir semua penyakit kronis punya satu titik awal yang sama, yakni gangguan pada sistem pencernaan, dan sistem saraf-hormonal (neuroendokrin).
Menurut para ahli, gak peduli jenis penyakitnya, sistem pencernaan hampir selalu menjadi organ pertama yang terganggu. Ketika usus tidak berfungsi optimal, dampaknya bisa berantai ke seluruh tubuh. Mulai dari sistem kekebalan, metabolisme, hingga keseimbangan hormon.
Gangguan ini juga erat kaitannya dengan sistem saraf dan hormonal tubuh. Ketika seseorang mengalami stres, atau pola makan yang buruk, dua hormon utama, kortisol (hormon stres) dan insulin (pengatur gula darah), sering kali menjadi tidak seimbang.
Kondisi itulah yang kemudian memicu berbagai masalah kesehatan lain.
“Daripada langsung berfokus pada penyakit yang didiagnosis, penting untuk memperhatikan kondisi usus dan sistem neuroendokrin terlebih dahulu jika ingin menemukan akar masalah kesehatan,” ujar Seorang Dokter Kiropraktik, dan Ahli Gizi Klinis, Josh Axe, DC, DNM, CNS.
Baca juga: Biar Usus Bahagia, Jangan Sentuh 3 Makanan Ini Saat Sarapan!
Gangguan pencernaan gak selalu muncul dalam bentuk sakit perut. Banyak orang mengalami tanda-tanda lain yang tampaknya tidak berhubungan dengan usus, padahal sumbernya berasal dari sana.
Beberapa gejala umum kesehatan usus yang buruk antara lain:
Ilustrasi gangguan pencernaan (Pixabay/Darko Djurin)
Menariknya, gak semua gangguan pencernaan menunjukkan keluhan langsung di perut. Dalam terapi penyembuhan usus atau ‘gut healing’, pasien sering kali diajak memperbaiki berbagai aspek gaya hidup, gak cuma soal pola makan.
Proses penyembuhan usus mencakup:
Mengapa semua itu penting? Karena sistem pencernaan (gut) dan sistem neuroendokrin saling terhubung erat. Usus bukan sekadar tempat mencerna makanan, tetapi juga pusat sistem imun dan pengatur metabolisme.
Dikutip dari akun Instagram/moiuna.dr, sekitar 70 persen sistem kekebalan tubuh berada di dalam usus, dan miliaran mikroba di dalamnya berperan seperti ‘pabrik kecil’ yang memengaruhi hormon, energi, hingga emosi manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/moiuna.dr