Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 12:47 WIB

Pesan Penting Menkes di Hari Kesehatan Nasional 2025 di Balik Kesuksesan CKG

Pesan Penting Menkes di Hari Kesehatan Nasional 2025 di Balik Kesuksesan CKGMenkes Budi Gunadi Sadikin. (ANTARA/Andi Firdaus)

INDOZONE.ID - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam kurun satu tahun sebanyak 52 juta penduduk Indonesia sudah melakukan Cek Kesehatan Gratis alias CKG. Sementara CKG memberi dampak positif pada pencegahan atau skrining TB.

Dalam perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Jakarta, Rabu, ia menyebutkan bahwa cakupan skrining TB sudah lebih dari 20 juta orang.

Ia mengatakan upaya itu suatu bentuk pergeseran fokus dari pendekatan kuratif ke preventif dan promotif guna menjaga orang tetap sehat.

"84 juta anak Indonesia hari ini akan mencapai usia produktif pada tahun 2045, tepat satu abad Indonesia merdeka. Kita hanya memiliki dua dekade lagi untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul," katanya dikutip ANTARA.

Baca juga: Lebih dari 52 Juta Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Skrining Tuberkulosis Meningkat Tajam

Ada 6 PIlar Transformasi Kesehatan

Ia mengatakan capaian dalam enam pilar transformasi kesehatan menunjukkan bukti nyata kerja keras dan kolaborasi seluruh insan kesehatan Indonesia. Dia mencontohkan pada pilar pertama, yakni transformasi layanan primer, 8.349 puskesmas telah menerapkan integrasi layanan primer.

Selain itu, sistem surveilans penyakit kini lebih cepat dan terintegrasi, dengan kapasitas laboratorium kesehatan masyarakat yang meningkat di seluruh provinsi. "Untuk pertama kalinya, prevalensi stunting balita turun di bawah 20 persen, yaitu mencapai 19,8 persen," kata Budi.

Pada pilar kedua, yakni transformasi layanan rujukan dengan fokus peningkatan mutu dan pelayanan rumah sakit, saat ini 29 provinsi sudah mampu melakukan bedah jantung terbuka, 29 provinsi sudah mampu melakukan clipping dan delapan provinsi sudah mampu melakukan STA-MCA Bypass pada kasus stroke.

Baca juga: 5 Tips Minum Jamu agar Efeknya Maksimal bagi Kesehatan

Pada pilar ketiga, yaitu transformasi sistem ketahanan kesehatan menunjang ketersediaan obat, vaksin, dan alat kesehatan di dalam negeri, 10 dari 14 antigen vaksin program imunisasi rutin telah mampu diproduksi dalam negeri.

Pilar keempat, yaitu transformasi pembiayaan kesehatan, 268 juta penduduk atau 98 persen telah dijangkau oleh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tarif layanan JKN disesuaikan guna meningkatkan kualitas layanan. Pada 2024, katanya, asuransi menyumbang 36,3 persen dari total belanja kesehatan nasional, terdiri atas 30,9 persen asuransi kesehatan sosial (JKN) dan 5,4 persen asuransi swasta.

Pada pilar kelima, transformasi SDM kesehatan, 61 persen puskesmas sudah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar. Sebanyak 74 rumah sakit umum daerah (RSUD) telah dilengkapi dengan tujuh dokter spesialis dasar.

Penguatan SDM kesehatan terus berlanjut melalui sejumlah upaya, seperti pengadaan aparatur sipil negara (ASN), penugasan khusus di puskesmas dan RS, beasiswa, pendidikan dokter spesialis berbasis RS, pelatihan dan fellowship, magang, kemudahan praktik bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan lulusan luar negeri.

Pada pilar keenam, transformasi teknologi kesehatan, sebagian besar fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) telah terintegrasi dan mengirimkan data ke SATUSEHAT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pesan Penting Menkes di Hari Kesehatan Nasional 2025 di Balik Kesuksesan CKG

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!