Ilustrasi orang tepapar infeksi menular seksual (Freepik)
INDOZONE.ID - Chlamydia merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering terjadi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Infeksi ini umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak kasus tidak terdeteksi.
Jika tidak ditangani, chlamydia dapat memengaruhi kesuburan. Meski demikian, penanganan yang baik dan efektif telah tersedia.
Dikutip dari Medical News Today, sebagian besar penderita chlamydia tidak mengalami gejala. Waktu kemunculan gejala juga tidak pasti, namun dapat berlangsung beberapa minggu setelah terpapar.
a. Gejala Pada perempuan
Gejala yang mungkin muncul antara lain:
Jika infeksi menyebar ke rahim dan tuba falopi, dapat terjadi penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease/PID) yang dapat memengaruhi kesuburan.
Baca juga: Infeksi Menular Seksual pada Remaja: Apa yang Perlu Kamu Ketahui
b. Gejala Pada laki-laki
Gejala yang dapat muncul mencakup:
c. Gejala Pada laki-laki dan perempuan
Infeksi juga dapat terjadi pada rektum akibat hubungan seksual anal, atau penyebaran bakteri dari organ reproduksi. Gejalanya meliputi:
Kontak dengan cairan terinfeksi juga dapat menyebabkan konjungtivitis akibat chlamydia.
Ilustrasi berhubungan seksual. (Envatoelements/nd3000)
Siapa pun yang memiliki atau mencurigai infeksi chlamydia, perlu segera mendapatkan pengobatan. Hal itu untuk mencegah komplikasi jangka panjang, seperti infertilitas dan kehamilan ektopik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today