ilustrasi menghirup udara segar di rumah (thehealthyhome.me)
INDOZONE.ID - Kualitas udara di dalam rumah sama pentingnya dengan udara di luar ruangan karena dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka pendek maupun panjang.
Mengurangi sumber polutan, menjaga sirkulasi udara, hingga mengendalikan kelembapan merupakan beberapa cara efektif untuk menciptakan udara yang lebih bersih di dalam rumah.
Banyak orang lebih fokus pada polusi udara di luar ruangan, padahal udara di dalam rumah juga bisa mengandung berbagai zat yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Menurut Environmental Protection Agency (EPA), kadar polutan di dalam ruangan bahkan dapat jauh lebih tinggi dibandingkan udara luar.
Paparan polutan dalam waktu lama, dikaitkan dengan meningkatnya risiko reaksi alergi, asma, penyakit jantung, hingga kanker.
Jika kamu sering mengalami batuk, bersin, hidung berair, atau gangguan pernapasan tanpa penyebab yang jelas, kualitas udara di rumah bisa menjadi salah satu faktor yang perlu diperiksa.
Baca juga: Bahaya Mikroplastik di Udara Rumah dan Cara Menghindarinya
Langkah paling efektif untuk meningkatkan kualitas udara adalah mengurangi sumber pencemaran sejak awal.
Beberapa polutan yang umum ditemukan di rumah meliputi gas radon, asap rokok, formaldehida dari furnitur berbahan kayu olahan, serta bahan kimia pada produk pembersih.
Jika memungkinkan, hindari merokok di dalam rumah karena asap rokok tidak hanya bertahan di udara, tetapi juga menempel pada pakaian dan furnitur.
Untuk furnitur, memilih kayu solid atau furnitur bekas dapat membantu mengurangi paparan formaldehida yang biasanya lebih tinggi pada produk baru.
Selain itu, gunakan produk pembersih dengan kandungan yang lebih aman agar tidak menambah polutan di dalam ruangan.
Bila Anda mencurigai adanya masalah kualitas udara, melakukan pengujian dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Tersedia berbagai alat uji mandiri yang dapat digunakan untuk mendeteksi polutan tertentu, seperti radon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com