Ilustrasi pilek karena rintis alergi. (Pexels/Andrea Piacquadio)
INDOZONE.ID – Ketika musim hujan atau pancaroba, kerap kali kasus flu, pilek, hidung tersumbat, hingga infeksi saluran pernapasan menjadi meningkat.
Namun, tidak semua gejala bersin dan pilek yang muncul saat musim tersebut, disebabkan oleh infeksi virus.
Dalam banyak kasus, keluhan ini bisa jadi merupakan rinitis alergi. Kondisi itu merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh alergen, seperti tungau debu dan jamur yang lebih mudah berkembang di lingkungan lembap.
Menurut Konsultan Imunologi Klinis dan Reumatologi di Narayana RN Tagore Hospital, Narayana Health, Kolkata, India, Dr. Sayan Mukherjee, banyak orang keliru mengira rinitis alergi sebagai flu biasa, karena keduanya memiliki gejala yang hampir sama.
"Flu dan rinitis alergi sama-sama dapat menyebabkan bersin, hidung meler, dan hidung tersumbat," ucap Mukherjee, dikutip dari Hindustan Times.
"Namun, ada beberapa tanda khas yang dapat membantu membedakan keduanya. Memahami perbedaannya dapat mencegah kesalahan pengobatan selama berminggu-minggu," sambungnya.
Baca juga: Kenapa Obat Flu Bikin Ngantuk? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Rinitis alergi adalah peradangan pada lapisan dalam hidung, yang terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alergen. Misal, tungau debu, serbuk sari, bulu hewan, atau jamur.
Berbeda dengan flu yang disebabkan infeksi virus, rinitis alergi tidak menular dan dapat kambuh berulang ketika seseorang terpapar pemicu alerginya.
Ilustrasi seseorang flu akibat infeksi virus. (Freepik)
Meski memiliki gejala yang mirip, terdapat beberapa perbedaan yang bisa menjadi petunjuk.
Menurut Mukherjee, flu biasanya berkembang secara bertahap. Sedangkan rinitis alergi, muncul secara tiba-tiba setelah seseorang terpapar alergen.
Pada flu, gejala umumnya diawali dengan tenggorokan terasa gatal atau tidak nyaman, kemudian disusul hidung tersumbat, pilek, dan gejala lain dalam satu hingga dua hari setelah kontak dengan penderita flu.
Sebaliknya, pada rinitis alergi, bersin dan hidung meler dapat muncul hanya dalam hitungan menit setelah seseorang memasuki ruangan yang berdebu, lembap, atau berjamur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times