Ilustrasi obat batuk sirup. (Freepik/whitebearstudio)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, pas lagi flu atau batuk, terus minum obat, eh tiba-tiba ngantuk banget sampai susah bangun dari kasur? Iya, badan yang sudah capek karena gejala flu ditambah efek samping obat, rasanya cuma pengin rebahan terus!
Tapi pertanyaannya, kenapa sih obat batuk bisa bikin ngantuk? Apakah ini cuma mitos, atau memang ada fakta ilmiahnya? Yuk, kita bahas lebih dalam biar jelas kenapa hal ini bisa terjadi!
Obat batuk dan flu yang dijual bebas di apotek atau online biasanya adalah obat kombinasi, alias punya beberapa bahan aktif sekaligus. Contohnya:
Nah, dari semua kandungan itu, yang paling sering bikin kamu ngantuk adalah antihistamin. Jadi, kalau habis minum obat terus langsung mengantuk, besar kemungkinan ini efek dari antihistamin di dalamnya.
Baca juga: 7 Obat Flu dan Batuk Berdahak Dewasa Terbaik, Cepat Menyembuhkan dan Tersedia di Apotik
Antihistamin bekerja dengan memblokir histamin, zat kimia yang dilepas tubuh saat ada alergi atau iritasi. Nah, selain bikin bersin dan pilek, histamin juga punya peran penting menjaga kamu tetap waspada dan bangun. Jadi, ketika antihistamin masuk ke tubuh, nggak cuma gejala alergi yang diredakan, tapi juga fungsi histamin di otak yang bikin kamu ngantuk ikut terblokir.
Kalau antihistamin generasi pertama, seperti diphenhydramine atau chlorpheniramine, efek ngantuknya lebih kuat karena gampang menembus blood-brain barrier, alias masuk ke otak dan memengaruhi sistem saraf pusat. Makanya, obat batuk atau flu biasa sering bikin kantuk berat.
Catatan: Karena efek ngantuk ini, beberapa obat antihistamin generasi pertama juga sering dipakai sebagai obat tidur, bukan cuma untuk batuk atau flu.
Otak kita punya banyak reseptor H1 histamin yang bikin kita tetap alert dan nggak gampang ngantuk. Nah, ketika antihistamin generasi pertama memblokir reseptor ini, terjadi beberapa hal:
Selain itu, antihistamin juga punya efek antikolinergik, artinya ia menghambat neurotransmiter lain yang berperan dalam fokus dan kewaspadaan. Makanya, setelah minum obat, kamu nggak cuma ngantuk, tapi juga bisa ngerasain kepala berkabut, pusing, atau terasa agak “lemot”.
Ilustrasi casanusir mengantuk saat puasa (Freepik )
Selain antihistamin, obat batuk dan flu kadang juga mengandung dextromethorphan, yaitu bahan penekan batuk yang bekerja langsung di otak. Walaupun tujuan utamanya bukan bikin ngantuk, pada beberapa orang, dextromethorphan bisa membuat tubuh terasa lelah atau agak mengantuk karena cara kerjanya yang memengaruhi sistem saraf pusat.
Efek ngantuk dari obat batuk atau flu nggak cuma bikin kamu malas bangun atau rebahan terus. Obat yang mengandung antihistamin juga bisa menyebabkan:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com, Webmd.com