Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
INDOZONE.ID - Penyebab dan gejala henti jantung seringkali luput dari perhatian karena dianggap sepele atau disalah artikan sebagai keluhan biasa.
Padahal, kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Nah, kurangnya pemahaman membuat banyak orang baru menyadari bahayanya ketika keadaan sudah darurat.
Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal dan faktor pemicunya sejak dini, menjadi langkah penting agar kamu dan orang terdekat tidak terlambat mengambil tindakan. Berikut penjelasannya.
Henti jantung mendadak sering disalahartikan sebagai serangan jantung, padahal keduanya adalah kondisi yang berbeda.
Biasanya serangan jantung terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah jantung, sedangkan henti jantung mendadak umumnya dipicu oleh gangguan irama jantung yang disebut ventrikel fibrilasi, yaitu kondisi ketika bilik jantung hanya bergetar tanpa mampu memompa darah secara efektif.
Meski berbeda, serangan jantung tetap bisa memicu ventrikel fibrilasi dan berujung pada henti jantung mendadak.
Akibat gangguan ini, aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh terhenti secara tiba-tiba dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Nah bedanya, kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun resikonya lebih tinggi pada orang dengan riwayat penyakit jantung seperti jantung koroner, kardiomiopati, gangguan katup jantung, penyakit jantung bawaan, hingga kelainan irama tertentu.
Selain itu, gaya hidup dan kondisi kesehatan tertentu seperti merokok, obesitas, diabetes, sleep apnea, hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan elektrolit, penggunaan NAPZA, riwayat keluarga, serta kurangnya aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko terjadinya henti jantung mendadak ini.
Gejala awal kondisi ini sering kali muncul sebagai tanda peringatan. Jika kamu mengalami cardiac arrest, gejalanya bisa terjadi secara bertahap, yaitu:
Kemudian perawatan darurat perlu segera diberikan jika kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala yang lebih serius, seperti:
Perlu diingat, henti jantung juga bisa terjadi tanpa gejala sebelumnya. Jika kamu atau orang di sekitarmu merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas yang terus berlanjut, segeralah mencari bantuan medis secepat mungkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline