Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 14 MARET 2025 • 15:54 WIB

Pahami Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung agar Tak Salah Penanganan

  Pahami Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung agar Tak Salah PenangananIlustrasi orang langsing mengalami serangan jantung. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Jantung adalah organ vital yang memompa darah ke seluruh tubuh manusia. Namun, seringkali jantung mengalami masalah yang dapat mengancam nyawa seseorang, seperti serangan jantung dan henti jantung.

Meskipun sama-sama berbahaya, kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang mendasar, seperti pengertian, gejala, hingga cara penanganannya.

Untuk mengenali apa saja perbedaannya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Definisi Serangan Jantung dan Henti Jantung

Serangan jantung (heart attack) adalah masalah sirkulasi pada jantung yang terjadi karena arteri tersumbat, sehingga aliran darah ke bagian otot jantung menjadi terganggu.

Sedangkan henti jantung (cardiac arrest), jantung berhenti berdetak dan perlu dihidupkan kembali. Hal ini terjadi karena adanya masalah pada sistem kelistrikan jantung yang dipicu oleh gangguan irama jantung (aritmia).

Gejala Serangan Jantung dan Henti Jantung

Ketika serangan jantung terjadi, jantung terus berdetak, tetapi penderitanya tetap terjaga.

Serangan jantung memiliki ciri yang khas, yakni nyeri dada, dan hal ini sudah terjadi sekitar 70 persen kasus di Indonesia.

Gejala serangan jantung paling umum biasa dikenal dengan sebutan ‘angin duduk’. Berikut ini beberapa gejala serangan jantung.

  1. Nyeri dada yang ditandai rasa tidak nyaman di bagian tengah dada atau bagian lain dari tubuh bagian atas.
  2. Sesak napas atau napas terasa pendek sehingga terengah-engah
  3. Berkeringat dingin yang tidak biasa
  4. Mual
  5. Nyeri yang menjalar di sekitar bahu, rahang, lengan, dan punggung
  6. Pusing
  7. Pingsan

Sementara itu, henti jantung salah satu kondisi yang menyebabkan jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba dan tak terduga, sehingga penderitanya akan mengalami gejala sebagai berikut.

  1. Jatuh mendadak atau pingsan secara tiba-tiba
  2. Tidak ada napas
  3. Tidak ada nadi

Gejala lainnya, yaitu pernapasan agonal ketika jantung berhenti sampai 40 persen. Penderitanya akan mengalami kesulitan bernapas dengan suara seperti terengah-engah atau tersedak.

Faktor Penyebab Henti Jantung dan Serangan Jantung

Serangan jantung adalah proses penyempitan di pembuluh darah (aterosklerosis) yang dipicu oleh plak dari kolesterol dan kalsium.

Serangan jantung memiliki keterkaitan dengan penyakit arteri koroner. Jadi sangat disarankan untuk menghindari pemicunya. Adapun faktor penyebab serangan jantung antara lain:

  1. Obesitas
  2. Merokok
  3. Diabetes
  4. Hipertensi
  5. Kolesterol tinggi
  6. Riwayat keluarga

Sementara itu, faktor risiko henti jantung diantaranya:

1. Orang yang mengalami serangan jantung berisiko mengalami henti jantung.
2. Memiliki penyakit jantung bawaan.
3. Mengalami trauma seperti kecelakaan, tersetrum, aktivitas fisik berlebihan, overdosis akibat obat-obatan, hingga, tenggelam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riverside Health

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pahami Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung agar Tak Salah Penanganan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!