Ilustrasi orang langsing mengalami serangan jantung. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Jantung adalah organ vital yang memompa darah ke seluruh tubuh manusia. Namun, seringkali jantung mengalami masalah yang dapat mengancam nyawa seseorang, seperti serangan jantung dan henti jantung.
Meskipun sama-sama berbahaya, kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang mendasar, seperti pengertian, gejala, hingga cara penanganannya.
Untuk mengenali apa saja perbedaannya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Serangan jantung (heart attack) adalah masalah sirkulasi pada jantung yang terjadi karena arteri tersumbat, sehingga aliran darah ke bagian otot jantung menjadi terganggu.
Sedangkan henti jantung (cardiac arrest), jantung berhenti berdetak dan perlu dihidupkan kembali. Hal ini terjadi karena adanya masalah pada sistem kelistrikan jantung yang dipicu oleh gangguan irama jantung (aritmia).
Ketika serangan jantung terjadi, jantung terus berdetak, tetapi penderitanya tetap terjaga.
Serangan jantung memiliki ciri yang khas, yakni nyeri dada, dan hal ini sudah terjadi sekitar 70 persen kasus di Indonesia.
Gejala serangan jantung paling umum biasa dikenal dengan sebutan ‘angin duduk’. Berikut ini beberapa gejala serangan jantung.
Sementara itu, henti jantung salah satu kondisi yang menyebabkan jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba dan tak terduga, sehingga penderitanya akan mengalami gejala sebagai berikut.
Gejala lainnya, yaitu pernapasan agonal ketika jantung berhenti sampai 40 persen. Penderitanya akan mengalami kesulitan bernapas dengan suara seperti terengah-engah atau tersedak.
Serangan jantung adalah proses penyempitan di pembuluh darah (aterosklerosis) yang dipicu oleh plak dari kolesterol dan kalsium.
Serangan jantung memiliki keterkaitan dengan penyakit arteri koroner. Jadi sangat disarankan untuk menghindari pemicunya. Adapun faktor penyebab serangan jantung antara lain:
Sementara itu, faktor risiko henti jantung diantaranya:
1. Orang yang mengalami serangan jantung berisiko mengalami henti jantung.
2. Memiliki penyakit jantung bawaan.
3. Mengalami trauma seperti kecelakaan, tersetrum, aktivitas fisik berlebihan, overdosis akibat obat-obatan, hingga, tenggelam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riverside Health