Ilustrasi menahan pipis. (reverehealth)
INDOZONE.ID - Nahan buang air kecil sering dianggap kebiasaan sepele, apalagi saat kamu sedang sibuk kerja, rapat, atau terlalu asyik main ponsel. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan tubuh jika dilakukan berulang kali.
Pada dasarnya kantung kemih memiliki batas kemampuan menampung urine dan ketika batas itu dilampaui, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul.
Nah, berikut beberapa risiko menahan buang air kecil yang perlu kamu waspadai:
Nahan buang air kecil dapat memicu rasa nyeri dan tidak nyaman di area kantung kemih.
Kondisi ini terjadi karena kantung kemih terus dipaksa menampung urine melebihi kapasitas normalnya.
Saat urine ditahan terlalu lama, dinding kantung kemih akan meregang dan menimbulkan rasa sakit.
Jadi jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang, elastisitas kantung kemih bisa menurun. Akibatnya, proses buang air kecil menjadi tidak lancar dan terasa tidak tuntas.
Nahan buang air kecil membuat urine tidak keluar sepenuhnya dan menyisakan endapan di kantung kemih. Nah, sisa urine yang tertinggal ini lama-kelamaan dapat mengeras dan membentuk batu kantung kemih.
Baca juga: Puasa Bukan Cuma Nahan Lapar, Ternyata Bikin Kulit Glowing!
Kondisi tersebut bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil dan rasa sakit di perut bagian bawah.
Pada beberapa kasus, urine juga dapat bercampur darah. Jika tidak ditangani, batu kantung kemih dapat semakin membesar dan memperparah keluhan.
Nahan buang air kecil terlalu sering juga dapat melemahkan otot kantung kemih. Awalnya, otot akan terasa tegang karena terus menahan tekanan urine.
Namun, seiring waktu, kekuatan dan elastisitas otot bisa menurun karena hal ini. Kondisi tersebutlah berisiko menyebabkan inkontinensia urine atau kebocoran urine tanpa disadari.
Akibatnya, kemampuan tubuh untuk menahan dan mengontrol buang air kecil menjadi terganggu.
Nahan buang air kecil ternyata juga dapat memicu nyeri di area pinggang. Jadi saat kantung kemih hampir penuh, saraf akan mengirimkan sinyal kuat ke otak untuk segera buang air kecil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloam Hospitals