Ilustrasi makan sahur bersama (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah enggak sih kamu merasa puasa jauh lebih berat karena tidak sempat sahur? Banyak orang mengira skip sahur itu hal sepele, padahal tubuh tetap butuh bekal energi sebelum menjalani hari yang panjang.
Nah, tanpa asupan lengkap di awal waktu ini, kondisi fisik dan mental bisa lebih cepat drop dibanding biasanya.
Jadi sebelum kebiasaan skip sahur tersebut terus terulang, penting untuk tahu apa saja dampaknya bagi kesehatanmu. Berikut penjelasannya:
Dampak berbahaya skip sahur yang sering terjadi adalah gula darah menjadi tidak stabil sepanjang hari. Saat tubuh terlalu lama tanpa asupan, kadar gula bisa turun drastis lalu melonjak saat berbuka.
Kondisi ini bikin kamu mudah pusing, gemetar, dan sulit fokus. Nah, kalau terus berulang, tubuh juga bisa kesulitan mengatur insulin dengan baik.
Dampak berbahaya skip sahur berikutnya adalah tubuh cepat kehabisan energi.
Baca juga: Sahur Mepet Subuh Ternyata Bikin Lebih Fokus Seharian, Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Tanpa “bahan bakar” sejak pagi buta, tubuh terpaksa menghemat tenaga agar bisa bertahan sampai waktu berbuka.
Akibatnya, kamu jadi gampang lelah, mengantuk, dan susah konsentrasi. Aktivitas kerja, sekolah, atau ibadah pun terasa lebih berat dari biasanya.
Dampak berbahaya skip sahur juga terlihat dari kecenderungan makan berlebihan saat berbuka. Rasa lapar yang menumpuk seharian bikin kamu ingin makan apa saja dalam porsi besar sekaligus.
Kebiasaan ini bisa membuat perut terasa begah dan sistem pencernaan kaget. Kalau dibiarkan, ritme makan yang tidak teratur bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Dampak berbahaya skip sahur tidak cuma menyerang fisik, tapi juga suasana hati. Tubuh yang kekurangan energi lebih lama dapat memicu peningkatan hormon stres.
Hal ini membuat kamu lebih mudah tersinggung, cemas, atau merasa tidak nyaman sepanjang hari. Puasa pun terasa lebih berat secara mental dibanding jika kamu sahur terlebih dahulu.
Dampak berbahaya skip sahur selanjutnya adalah metabolisme tubuh yang ikut melemah. Saat asupan energi minim, tubuh beradaptasi dengan memperlambat pembakaran kalori.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today