Ilustrasi sahur mepet Subuh ternyata bikin fokus seharian. (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Banyak orang masih bingung, sebenarnya lebih baik sahur lebih awal atau mendekati waktu Subuh? Ternyata, jawabannya ada di penelitian terbaru.
Sebuah studi tahun 2024 yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Nutrition menemukan bahwa makan sahur lebih dekat ke waktu imsak atau menjelang Subuh (late suhoor) terbukti lebih efektif dalam menjaga performa otak dan energi sepanjang hari.
Artinya, sahur mepet Subuh bukan cuma soal kebiasaan, tapi memang ada manfaatnya secara ilmiah.
Baca juga: Apakah Aman Tidur Setelah Sahur? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh!
Penelitian tersebut menunjukkan beberapa temuan penting:
Saat berpuasa, biasanya konsentrasi mulai menurun di siang hingga sore hari.
Nah, sahur yang dilakukan lebih dekat ke waktu mulai puasa terbukti membantu menjaga performa kognitif, seperti fokus, perhatian, dan daya ingat, terutama di sore hari saat energi mulai turun.
Kalau sahur terlalu awal, jeda antara makan terakhir dan waktu berbuka jadi semakin panjang, Akibatnya, tubuh lebih cepat kehabisan energi.
Sebaliknya, makan lebih dekat ke waktu Subuh membantu mengurangi "energy crash" atau rasa lemas berlebihan di siang hari.
Studi yang dilakukan pada atlet perempuan ini juga menunjukkan bahwa sahur lebih akhir membantu meminimalkan penurunan performa fisik selama berpuasa.
Jadi bukan cuma otak yang lebih stabil, tapi stamina tubuh juga lebih terjaga.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu makan terakhir sebelum puasa punya peran penting dalam menjaga fungsi kognitif dan tingkat energi sepanjang hari.
Dengan kata lain, kalau ingin tetap produktif, fokus kerja terjaga, dan tidak mudah lemas saat puasa, cobalah mengatur sahur lebih mendekati waktu Subuh dibanding terlalu awal.
Meski waktu sahur penting, kualitas makanan juga tidak kalah krusial. Pastikan sahur mengandung:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Frontiersin.org