ilustrasi kena cacar air (freepik)
INDOZONE.ID - Cacar air sering dikaitkan dengan berbagai pantangan, salah satunya soal kipas angin. Banyak yang percaya angin bisa memperparah kondisi kulit, padahal belum tentu benar.
Apalagi di tengah rasa gerah dan gatal, wajar kalau penderita ingin mencari cara agar tubuh terasa lebih nyaman.
Lalu sebenarnya, boleh nggak sih cacar air kena kipas angin, dan bagaimana cara pakainya yang aman? berikut penjelasan lengkapnya:
Saat terkena cacar air, tubuh sedang melawan infeksi virus Varicella-zoster.
Reaksi alami dari virus tersebut yang adalah demam, karena sistem imun bekerja lebih aktif dari biasanya. Kondisi ini sering bikin tubuh terasa nggak nyaman dan mudah berkeringat.
Keringat sebenarnya membantu menurunkan suhu tubuh, tapi di sisi lain bisa bikin kulit terasa lengket dan makin gatal, terutama di area lentingan.
Nggak heran kalau penderita jadi cepat gerah dan butuh suasana yang lebih sejuk.
Kabar baiknya, penderita cacar air tetap boleh menggunakan kipas angin atau AC. Fungsinya untuk menjaga suhu tubuh tetap nyaman, apalagi saat demam dan tubuh terasa panas.
Baca juga: Ketahui Perbedaan Mpox dan Cacar Air, Jangan Sampai Keliru
Udara yang sejuk bisa membantu mengurangi rasa gerah selama masa pemulihan. Nah yang perlu dipahami adalah angin dari kipas atau AC tidak membuat cacar air jadi lebih parah.
Anggapan ini hanyalah mitos yang sudah lama beredar. Meski begitu, cara penggunaannya tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan iritasi pada kulit.
Agar tetap nyaman tanpa memperparah kondisi kulit, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan. Berikut caranya:
Baca juga: Pentingnya Imunisasi Varisela dalam Mencegah Risiko Cacar Air Pada Anak
Dengan penggunaan yang tepat, kipas angin justru bisa membantu penderita cacar air merasa lebih nyaman. Semoga bermanfaat ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Health Service (NHS)