Ilustrasi Kemoterapi. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Berbicara mengenai pengobatan kanker, salah satu yang paling sering dibahas adalah kemoterapi. Pertanyaannya, sebenarnya kemoterapi itu harus dijalani berapa lama?
Yuk, simak penjelasan mengenai kemoterapi, mulai dari waktu hingga faktor yang menentukannya.
Baca juga: Jangan Makan Berlebih, Ini Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan
Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker dengan obat-obatan khusus yang berfungsi untuk membunuh sel kanker, yaitu sel abnormal yang tumbuh cepat dan nggak terkendali.
Dengan terapi ini, penyebaran kanker bisa ditekan, gejala jadi lebih ringan, dan kualitas hidup pasien juga bisa meningkat.
Perlu kamu tahu, kemoterapi itu nggak dilakukan setiap hari terus-menerus. Biasanya, terapi ini dilakukan dalam bentuk siklus.
Artinya, ada jadwal pemberian obat lalu diselingi waktu istirahat. Dalam banyak kasus, pasien bisa menjalani sekitar 4–6 siklus, tapi ini bisa berbeda tergantung kondisi masing-masing.
Dalam waktu jeda itu, dokter akan mengecek perkembangan kondisi pasien atau mengombinasikannya dengan terapi lain seperti radioterapi.
Baca juga: Viral Sejumlah Orang Mengonsumsi Oli Mesin 2 Tak, Ini Dampak Bahayanya bagi Tubuh
Durasi kemoterapi tiap orang berbeda-beda dan ini beberapa faktor yang memengaruhinya.
Setiap jenis kanker memiliki karakteristik berbeda, jadi penanganannya juga beda.
Jika tubuh merespons dengan baik, siklus bisa berjalan sesuai rencana. Tapi kalau nggak, bisa aja diperpanjang atau disesuaikan.
Semakin lanjut stadium, biasanya penanganan yang dilakukan juga lebih kompleks.
Berat badan, tinggi badan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan ikut menentukan dosis dan durasi terapi.
Baca juga: Apakah Penderita Kanker Serviks Masih Bisa Hamil? Simak Penjelasan Medis
Selama menjalani kemoterapi, kontrol rutin ke dokter itu wajib. Apalagi kalau muncul efek samping seperti mual, lemas, atau gangguan lain yang membuat aktivitas terganggu.
Kemoterapi memang nggak sebentar, tapi juga nggak selalu lama karena semua tergantung kondisi masing-masing pasien.
Dengan penanganan yang tepat, peluang untuk mengontrol bahkan menyembuhkan kanker tetap terbuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Dokter